Tampilkan postingan dengan label biaya operasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biaya operasional. Tampilkan semua postingan

1 Mei 2015

Ini Dia Pendapatan Warnet (Ane) April 2015

Ilustrasi Grafik Pendapatan Warnet

Tada! Tanggal 1 Mei 2015 nih. Saatnya kita lihat pendapatan Warnet bulan lalu. Begini ceritanya..

Sewa komputer: Rp. 919.000,-
Income total penjualan: Rp. 1.111.000,-
Pengeluaran: Rp. 1.892.740,-
Kerugian bersih: - Rp. 781.740,-

Sewa komputer tak pisahin sendiri biar keliatan kegiatan Warnet yang sebenarnya seperti apa. Jadi Income total penjualan itu termasuk: sewa komputer, jajanan, voucher, dan layanan lain yang bisa dijual. Intinya udah ane bold secara jantan.

Catatan lain:
  • Bulan April ane kemalangan 2 kali, gan. 2 orang keluarga ane meninggal dunia, salah satunya bahkan meninggal di pangkuan tangan ane. Jadi bulan lalu Warnet ane cuma buka beberapa hari. Tepatnya 10 HARI SAJA. Gak heran bisa minus gitu kan.
  • Jam buka: 11:00 - 21:00 (10 JAM)
  • Tempat sendiri, tidak ada biaya sewa tempat
  • Jaga sendiri, tidak ada biaya gaji Operator
  • Jumlah komputer client: 7 client 
Dengan skema tarif terbaru yang ane berlakukan sebagai promo terakhir sebelum akhirnya seluruh komputer ane terjual:

  • Login bebas Rp. 3000/jam (flat)
  • Paket 2 Jam Rp. 5000
  • Paket 3 Jam Rp. 7000
  • Paket 4 Jam Rp. 9000

Sebagai catatan peralatan tempur terakhir ane:

  • 7 unit PC client
  • 1 unit PC billing
  • 2 unit CPU-only sebagai proxy & file server
  • TV 32" + Decoder Telkomvision (jam nyala hampir seharian selama buka)
  • AC Panasonic 1.5PK (hanya sampai jam 6 sore)
  • Kipas angin 1 buah
  • Printer & Scanner
  • Dan peralatan kecil lainnya yang makan listrik (pembersih debu, dispenser, dan sejenisnya)

Demikian ane sajikan laporan keuangan Warnet ane untuk disantap bersama. Ane gak mau komen apa-apa. Silahkan dinilai sendiri layak atau tidak untuk tahun 2015? Keuntungan bersih itu belum bayar gaji ane loh.

Lama amat lakunya Warnet ane. Apa orang-orang sudah sadar ya kalau buka Warnet sekarang itu sulit, jadi belum ada yang mau beli =)

NB: Yang terakhir ane coret berhubung karena lagi berkabung, walau entah apa hubungannya. Selamat menikmati..

28 Juni 2014

Tarif Baru Listrik Mulai 1 Juli 2014

Ini dia yang ditunggu-tunggu oleh pengusaha Warnet: Kenaikan Tarif Listrik! Kalo di saya kenanya di golongan R-2 4.400VA dengan total kenaikan akan menjadi Rp. 1.352/kWh. Hitungan cepat saya sih kotornya Warnet saya bisa menghabiskan 1.000 kWh per bulannya. Terima kasih pada AC 1.5PK yang cukup rakus =). Dengan hitungan kotor ini maka saya harus sedia dana Rp. 1.352 x 1.000 kWh = Rp. 1.352.000 / bulan hanya untuk biaya listrik. Asik bukan?

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman memastikan tarif listrik untuk enam golongan akan naik bertahap setiap 2 bulan, mulai 1 Juli 2014.
"Sudah diatur di APBN-P 2014, nggak bisa mundur lagi, tinggal tunggu revisi Peraturan Menteri ESDM nomor 4 Tahun 2014 yang akan keluar sebelum 1 Juli 2014," kata Jarman kepada wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2014).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, golongan yang akan terkena kenaikan tarif berikut rincian perubahan tarif tersebut adalah sebagai berikut:
(1). Untuk golongan I-3, tarif semula Rp 864 per kWh akan naik menjadi Rp 964 per kWh. Pada 1 September 2014, tarif akan naik lagi menjadi Rp 1.075 per kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.200/kWh.
(2). Untuk golongan R-2 dengan 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif semula Rp 1.145 per kWh akan naik menjadi Rp 1.210 per kWh. Per 1 September 2014 tarif ini akan naik lagi menjadi Rp 1.279/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.
(3). Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 2.200 VA, tarif semula Rp 1.004 per kWh akn naik menjadi Rp 1.109/kWh. Lalu, per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.224/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.353/kWh.
(4). Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 1.300 VA, tarif semula Rp 997 per kWh akan naik menjadi Rp 1.090/kWh. Per 1 September 2014, tarif ini naik lagi menjadi Rp 1.214/kWh, dan kembali naik pada 1 November 2014 menjadi Rp 1.352/kWh.
(5). Untuk golongan P-3, dari Rp 864 per kWh naik menjadi Rp 1.104/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.221/kWh, lalu per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.
(6). Untuk golongan P2 dengan kapasitas di atas 200 kVA, tarif semula Rp 1.062 per kWh naik menjadi Rp 1.081/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.139 perkWh, lalu per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.200 per kWh.
Khusus periode kenaikan tarif untuk industri golongan I-3 dan I-4 sudah dimulai pada 1 Mei 2014. Golongan I-3 adalah adalah industri dengan kapasitas daya listrik terpasang menengah dan non-perusahaan terbuka. Adapun golongan I-4 adalah pengguna listrik tegangan tinggi.
Periode lanjutan periodisasi kenaikan tarif untuk kedua golongan industri akan sama dengan lima kelompok lain yang baru dimulai pada 1 Juli 2014, yaitu 1 Juli-31 Agustus 2014, 1 September-31 Oktober 2014, dan 1 November 2014.
“Tahun depan akan ada adjustmen, sehingga golongan yang sudah tidak disubsidi jangan masuk ke dalam golongan subsidi lagi, meskipun harga ICP naik, dollar naik,” kata Jarman. (*)
Sumber: Tribun 

17 Februari 2014

Berapa Rekening Warnet Sebulan?

Untuk anda-anda yang berniat membuka Warnet, atau sekedar menambah wawasan, berikut saya sajikan pengeluaran rata-rata Warnet saya dalam kurun waktu sebulan.

  • ISP (koneksi Internet, Telkom Speedy 3Mbps) = Rp. 1.100.500,- (termasuk PPN)
  • Listrik (PLN 4400W, 14PC, 1 AC 1.5PK, Kulkas showcase = Rp. 1.000.000,-
  • Gaji (virtual 2 orang Operator, saya dan bini, @ Rp. 1.500.000,- UMR = Rp. 3.000.000,-
  • Alokasi maintenance komputer per bulan = Rp. 500.000,-
  • Biaya tak terduga per bulan = Rp. 500.000,-
Total = Rp. 6.100.500,-

Jika dibagi dengan hari operasional warnet: 26 Hari, maka didapatkan:
Rp. 6.100.500,- : 26 hari = Rp. 234.634,- / hari (saya sebut biaya operasional per hari)

Jika dibagi dengan jam operasional warnet: 10 Jam/ hari, maka didapatkan
Rp. 234.634,- : 10 Jam = Rp. 23.463,- / Jam (saya sebut biaya operasional per jam)

Dan jika dibagi dengan PC client yang disewakan: 14 PC, maka didapatkan
Rp. 23.463,- : 14 PC = Rp. 1.675,- / PC / Jam (saya sebut modal PC hidup per jam)

Harap diingat ini adalah hitungan kasar. Nanti kalau saya sudah punya niat 100% atau memang sudah mundur di dunia Warnet, mungkin bisa saya sajikan Laporan Keungan Warnet saya. Nah.. sekarang.. coba anda beri tarif Rp. 2500/Jam.. Silahkan dikali-kali sendiri berapa sih keuntungan kasarnya dalam sebulan? Cukupkah itu untuk mengganti mouse-headset yang rata-rata akan rusak dalam 6 bulan? Bahkan headset warnet saya sering cuma bertahan 3 bulan sudah tak bersuara lagi.

Dan silahkan dikali-kali sendiri juga jika:
  • Ada staff tambahan 1 orang saja
  • Windows dan software pendukung serba asli
  • Sewa Ruko / gedung yang makin tahun makin selangit
Jika anda berniat membuka warnet, harap dilakukan perhitungan secara cermat terlebih dahulu. Jangan ngancurin harga pasar, imbas ke warnet-warnet lama yang udah jungkir-balik lebih lama =)

Kita harus open-minded, bukannya pesimis, tapi memang beginilah kenyataan yang terjadi dalam bisnis Warnet.