March 29, 2014

Check Point: 1 Bulan Menambang Litecoin Dengan HD 6850

Setelah sempat bermasalah dengan penarikan LTC di Mining Pool LTCRabbit hari ini, akhirnya masuk juga ke Litecoin Wallet saya penarikan sebesar LTC 0.2 sekian-sekian. Sempat ketar-ketir karena payout tak kunjung masuk selama 2 jam lebih. Tapi akhirnya, yang paling ingin saya lihat: angka 1 LTC akhirnya tercapai.
Litecoin Wallet
Seperti terlihat pada gambar diatas, saya melakukan penarikan sebanyak 4 kali selama satu bulan ini. 3 diantaranya saya lakukan di hari Sabtu. Biasa nubi, takut terjadi apa-apa, takut scam, takut gak bisa payout. Tapi demikianlah akhirnya Wallet saya berisi LTC 1.2289 atau yang bernilai Rp. 193.890,2112 saat saya skrinsut. Satu hal yang agak miris, saat pertama kali saya mulai menambang litecoin ini, nilai per LTC itu sebesar $ 13.5. Setelah sempat menyentuh $ 21 untuk bulan ini juga, akhirnya hari ini kembali terjun ke angka $ 13.7. *ngakakbergulingguling*

Demikianlah catatan perjalanan menambang litecoin selama satu bulan. Semoga bisa memberi pencerahan bagi yang ingin mencoba menambang. Jangan terlena dengan angka yang dihasilkan saja, ingat juga angka yang akan dikeluarkan seperti biaya listrik pada post saya sebelumnya Mencoba Mining Litecoin. Selain listrik juga setup awal yang cukup melelahkan =)

March 26, 2014

XFX HD6570 Untuk Menambang Litecoin


Box XFX HD 6570 1GB DDR3

Ngecek status blogger ada keyword "HD6570 untuk menambang litecoin". Hm.. kenapa tidak saya tuliskan sebuah artikel mengenai ini? Kebetulan saya punya XFX HD6570 di Warnet saya yang disandingkan dengan prosesor Intel.

HD6570 sesuai referensi AMD tidak membutuhkan kabel power, jadi kebutuhan listriknya disuplai langsung dari slot PCI express. Berdasarkan ini saya asumsikan bahwa kecepatan menambang Litecoin HD6570 tidak akan jauh berbeda dengan seri HD5570 yang juga sudah saya coba dengan hasil rata-rata 70 kH/s.
Tampak belakang box XFX HD 6570

Spesifikasi Lengkap Rig Komputer Percobaan

Salah satu unit komputer client di Warnet saya ini merupakan unit penambahan baru bulan Desember 2013 kemaren. Dengan spesifikasi lengkap sebagai berikut:
  • Prosesor Intel Pentium G2020
  • Motherboard Asrock B75M-DGS R2.0
  • Hard Drive WD Caviar Blue 500GB
  • PSU AcBel 400W
  • RAM Team Elite DDR3 PC12800 Dual Kit 2x2GB
  • XFX Radeon HD 6570 1GB DDR3 128bit - HD-657x-ZLF2
  • Casing Aerocool V3X Advance (seluruh fan terpasang 4 unit)
XFX Radeon HD 6570 sendiri berharga Rp. 570.000 saat ini di Enterkomputer.com.
XFX HD-657X-ZLF2

Hasil Percobaan Menambang Litecoin HD 6570

Itensitas: 14

Intensitas: 15

Intensitas: 16

Intensitas: 17

Intensitas: 18

Kecepatan Menambang HD 6570

Dari hasil percobaan terlihat hasil berada di rentang 74 kH/s - 77.7 kH/s. Biasanya saya sendiri tidak akan terlalu "memaksakan" intensitas hingga ke angka 18. Kartu grafik utama saya HD 6850 ada di Intensitas 14 dan berstatus overclock menghasilkan 240 kH/s. Saya merasa menambah Intensitas hanya akan membuat suhu terlalu panas untuk penambahan kH/s yang sangat kecil.

Pantaskah HD 6570 untuk kegiatan tambang-menambang Litecoin?

Dengan kecepatan hanya 74 kH/s, kalkulasi di bitcoinwisdom dengan tingkat difficulty saat ini 5835 maka akan menghasilkan 0.3827 LTC/bulan. Atau setara nilai 6.248 USD/bulan. Tapi jika dikurangkan dengan biaya listrik, sebaiknya urungkan niat anda jika hanya mengandalkan satu kartu grafik HD 6570 saja. Kecuali.... anda nyuri listrik, atau ada tempat yang listriknya gratis? Ikutan dong nambang disitu =)

March 25, 2014

Menghitung Kebutuhan Power Supply (PSU) Komputer Secara Tepat

Corsair CX430
Power Supply Unit atau yang disingkat (dan akan saya sebut sebagai PSU saja pada blog ini) merupakan salah satu komponen pendukung utama pada sebuah komputer. Seluruh komponen lain dalam komputer akan mendapatkan suplai arus dari unit PSU mulai dari prosesor, memori, motherboard, kartu grafik, dan lainnya. Tak jarang kesalahan dalam memilih PSU mengakibatkan komputer tidak dapat bekerja dengan baik. Sering restart, blue screen, dan kasus paling parah (juga dulu sering saya alami) adalah rusaknya motherboard akibat suplai dari PSU kelas abal-abal.

PSU Calculator

Tampilan eXtreme Power Supply Calculator

Sebagai alat bantu saya selalu menggunakan kalkulator PSU dari eXtreme Power Supply Calculator karena memiliki database yang cukup lengkap (setahu saya memang yang paling lengkap). Di situs itu kita tinggal input data yang kita perlukan. Sebagai panduan umum ikuti urutan sesuai tampilan pada situsnya. Untuk kebutuhan komputer kita secara umum, baik untuk Warnet, keperluan kantor, rumahan, cukup isi bagian berikut:
  1. CPU Brand: pilih antara AMD / Intel yang akan digunakan
  2. CPU Socket: pilih socket yang digunakan prosesor anda (satu jalan dengan motherboard, tidak mungkin berbeda)
  3. CPU: pilih jenis CPU yang digunakan
  4. CPU Utilization: tetap biarkan default 90% karena kita akan menganggap CPU bekerja sangat berat hingga utilitas sampai 90% untuk menghindari kekurangan arus dari PSU
  5. RAM: pilih berapa keping dan jenis DDR yang digunakan
  6. Video Cards: pilih chip dan seri kartu grafik yang digunakan. Misalnya: AMD / AMD Radeon HD 5570
  7. Hard Drives: umumnya gunakan saja Regular SATA. Apakah 1 HDD atau lebih.
  8. Drives: pilih drive lainnya yang akan dihubungkan pada komputer. Apakah akan ada DVD-RW, Blu Ray dan sejenisnya
  9. Fans: input jenis fan apa saja yang akan digunakan. Pada umumnya casing mainstream akan terdiri dari 1 fan depan, 1 fan belakang, dan 1 fan opsional dari samping
  10. System Load: biarkan pada default 90% sama seperti CPU untuk menghindarkan kekurangan arus dari PSU. Seluruh komputer dianggap bekerja hingga utilitas 90%
  11. Capacitor Aging: Isikan 10% jika komputer direncanakan akan digunakan selama lebih dari 1 tahun. Karena ketika digunakan secara berat selama waktu tertentu sebuah PSU akan kehilangan beberapa kapasitas watt-nya
  12. Klik CALCULATE dan selesai!
Pada hasil kalkulasi terdapat dua item:
  1. Minimum PSU Wattage (pada perhitungan saya kali ini 206 W)
  2. Recommended PSU Wattage (pada perhitungan saya kali ini 256 W)
Sesuai namanya, minimum kapasitas PSU yang harus anda gunakan adalah yang tertera pada hasil Minimum PSU Wattage. Jangan coba-coba untuk membeli PSU dengan kapasitas dibawahnya karena disangsikan akan terjadi kekurangan daya. Inilah yang sering menyebabkan sebuah komputer susah hidup. Hidup tapi layar tetap hitam, dan sejenisnya. Sedangkan Recommended PSU Wattage adalah kapasitas PSU yang disarankan oleh kalkulasi yang kita lakukan. Kalau anda punya dana lebih, kenapa tidak? Tapi kalau saya cukup menggunakan panduan Minimum PSU Wattage karena tujuan akhir saya adalah untuk Warnet (bisnis). 

Yang Harus Juga Diingat

Satu hal yang tak kalah penting adalah kemungkinan upgrade yang akan anda lakukan di masa depan. Misalkan dulunya anda gunakan kartu grafik HD5570 yang notabene tak memerlukan kabel power dari PSU, dan setelah kalkulasi anda telah membeli PSU yang cukup sebesar 300 Watt. Ternyata dua tahun kemudian anda membeli begitu saja kartu grafik seri R9 280x yang recommended pabriknya saja sebesar 70 Watt. Artinya anda harus membeli lagi PSU baru. 

Selain itu selalu ambil dari merek yang sudah jelas. Bukannya kita mau makan merek, tapi di dunia PSU selama 10 tahun terakhir sudah menjadi rahasia umum merek-merek tertentu yang disarankan karena kualitasnya yang memang sudah teruji. Sertifikasi 80+ seperti Corsair, Antec, FSP, dan sejenisnya. Sebagai panduan umum: JANGAN PERNAH GUNAKAN PSU BAWAAN CASING MURAH. Casing murah yang saya maksud disini adalah yang seharga Rp. 500.000 ke-bawah. Biasanya kapasitas yang tertulis tidak sesuai dengan daya keluaran yang sebenarnya. Misalkan (saya sensor ya) Powerlogi*, Simbadd*, dan casing-casing sejenisnya. Ingat, PSU adalah nyawa bagi komputer kita.

Windows 7 Untuk Warnet. Siapa Gak Takut?

Windows 7 System Untuk Warnet

Saya masih sering dengar ketakutan pemilik Warnet akan sistem operasi Windows 7 untuk digunakan di komputer client yang disewakan. Alasannya macam-macam. Takut game online tak berjalan, takut crash dengan penggunaan billing, takut user tak mengerti antarmuka Windows 7, takut lambat, dan takut-takut lainnya.

Yang benar saja, ini sudah tahun 2014, teman-teman. Yang saya sangsikan adalah kebanyakan komputer yang "penakut" ini cuma punya RAM 1GB. Atau jangan-jangan masih 512MB?
Windows 7 mensyaratkan RAM minimal sebesar 1GB dan yang disarankan sebesar 2GB. Kalau komputer anda masih ber-memori 1GB kebawah, ya apa boleh buat. Tak ada jalan lain bagi anda =) Bahkan Linux Ubuntu akan terasa berat di RAM 1GB.

Sudah satu tahun lamanya Warnet saya bermigrasi dari Windows XP ke Windows 7. Dulunya ini disebabkan banyaknya game offline yang tak lagi mendukung Windows XP. Dan baru saja saya menemukan dua game offline yang juga tidak bisa di-install pada Windows XP: FIFA 14 dan F1 2013. Mungkin kalau Warnet anda tak menyediakan game offline terbaru ini tidak akan jadi masalah dan aman untuk dilupakan.
Selama ini yang saya rasakan lancar-lancar saja. Satu-satunya masalah kompatibilitas yang saya temukan adalah saat mencoba instalasi GACAPE Server yang lebih memilih Windows XP, sementara Windows jadul ini akan segera habis masa supportnya. Perusahaan jadul?

Sebagai rekap bagi saya menggunakan Windows 7 itu kelebihannya antara lain:
  1. Aman dari keterbatasan support game-game terbaru
  2. Tidak berat jika RAM 2GB. Tapi tetap disarankan menonaktifkan fitur AERO karena sering bermasalah saat melakukan remote
  3. Masih disupport secara resmi oleh Microsoft. Update security masih akan terus diberikan

Sedangkan kekurangannya antara lain:
  1. Tidak support software GACAPE yang sudah men"cape"kan saya sebelumnya
  2. RAM 1GB sebaiknya tidak usah digunakan untuk keperluan Warnet. User akan mengeluh

Catatan lain yang mungkin bisa bermanfaat untuk anda semua:
  1. Cafesuite tidak ada masalah dengan Windows 7
  2. Matikan fitur auto-update Windows
  3. Matikan fitur AERO jika penggunaan untuk Warnet. Memang tampilan serasa classic tapi ini untuk kecepatan ekstra bagi pelanggan
  4. Gunakan software asli (saran aja, saya sendiri cuma di Billing sebiji bawaan Windows 7 asli)

March 22, 2014

Kok Sunyi Bang?

Pertanyaan seorang pelanggan lama yang kebetulan memang udah lama juga tidak kelihatan. "Kok sunyi, bang?".

Sejenak saya tertegun mendengar pertanyaan beliau yang seingat saya seorang PNS. Saya pun menjawab seadanya: ".. yah.. tarif naik jadi empat ribu, kabur semua.. "

Ternyata balasan dari beliau cukup menarik: " ..sama aja padahal ya, bang .."

Demikian sekilas info hari ini. Dari sebuah warnet yang tadinya antrian bisa 5-6 orang menjadi warnet yang lebih sering berisi 2 orang saja (user 1 dan OP 1).

Check-Point: 3 Minggu Litecoin Mining

Tepat tiga minggu sejak pertama kali nyoba Litecoin Mining. Berapa hasil yang saya dapatkan? Silahkan disimak skrinsut Litecoin Wallet saya berikut ini.
Litecoin Wallet: LTC 0.9509
LTC 0.9509 bernilai ~ Rp. 176.509 saat saya lakukan skrinsut. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, sebagai pehobi komputer saya sangat menginginkan memperkuat rig (perlatan) yang saya miliki. Sementara masih hanya mengandalkan satu buah kartu grafik Sapphire HD6850.

Pengen?

March 20, 2014

Mencoba Mining Litecoin

Sudah setengah bulan saya mencoba Litecoin-mining dengan peralatan seadanya. Mungkin bisa dilihat hitung-hitungan dengan tulisan saya yang tak seberapa ini.
Perhitungan kasar Litecoin
Sebagai rekap gambar diatas:
- Pembelian perangkat yang saya lakukan: 0
- Total wattage peralatan (modem, switch, mikrotik, dan rig mining): 232,5 watt
- Isi rig mining: Sapphire HD 6850, Intel E2160, 2GB DDR3
- Rata-rata kecepatan mining: 222 Kh/s
- Lama mining berjalan: 14 hari
- Biaya listrik per KWH berdasarkan daya Warnet saya: Rp. 1145 / kWh

Dan ternyata setelah 2 minggu saya lakukan penarikan Litecoin dari Pool Mining saya ke wallet, saya mendapatkan sebanyak: LTC 0,6528 atau pada saat saya corat-coret diatas adalah senilai Rp. 126.667,66. Dan jika dikurangkan dengan biaya listrik yang dibutuhkan, ternyata masih ada profit sebesar Rp. 37.220,-.

Setidaknya masih bisa profit (ngakak). Tapi ingat teman-teman, bahwa mining ini saya lakukan hanya sebagai percobaan karena seringnya belakangan ini kita mendengar tentang Bitcoin.

Kenapa Tidak Mining Bitcoin Aja?

Saya sendiri masih meraba-raba dan masih terus membaca-baca artikel tentang Bitcoin dan Cryptocurrency ini untuk lebih mengerti. Tapi dari semua yang saya baca, untuk saat ini mining Bitcoin sudah tak menguntungkan lagi. Tidak lagi bisa menggunakan komputer biasa yang kita gunakan sehari-hari, melainkan harus melakukan pembelian perangkat ASIC yang harganya sangat aduhai. Bahkan yang termurah reccomended itu seharga $600. Silahkan dirupiahkan sendiri. Selain itu juga sudah sangat terlambat untuk memulai mining Bitcoin karena pemain-pemainnya sudah kelas berat yang amat sangat terlalu. Biaya pembelian ASIC, biaya listrik, dijamin tak akan tertutup oleh hasilnya belakangan. Belum lagi rate Bitcoin yang terbilang kurang bagus. Bayangkan aja bulan Desember 2013 1BTC itu bernilai sekitar $1000. Hari ini "hanya" bernilai ~ $620.

Lalu? Sudah terlambatkah ikutan mining Litecoin juga?

Nah.. ini dia.. Saya sendiri sebagai pemula (belum ada sebulan) masih belum tau bagaimana kemungkinan keuntungan dari mining Litecoin ini. Tapi sebagai catatan, per tanggal 1 Maret 2014 saat rig mining saya aktif, 1 LTC = ~ $13.5. Dan tadi siang tiba-tiba ada peak 1 LTC = ~ $20. Yang saya ingat sih 2 minggu belakngan selalu naik nilainya. Selain juga kesulitan miningnya juga bertambah terus.

Untuk siapa Mining Litecoin ini yang cocok?

Pehobi komputer, penikmat kerepotan, pemilik "listrik gratis". Saya kira kegiatan mining ini tidak untuk semua orang. Sama seperti menggambar bukanlah keahlian semua orang. Anda akan direpotkan oleh setup awal, konfigurasi kartu grafik, sistem operasi apa yang akan dipakai, rajin-rajin memantau. Contohnya saya pernah tidak dapat catatan hash-rate (komputer dianggap tidak bekerja) tengah malam. Sementara warnet tempat saya meletakkan rig mining saya cukup jauh loh. Terpaksa semalaman komputer mining ini hidup tanpa melakukan kerja apa-apa. Rugi di listrik bukan?

Lalu? Mining gak nih?

Semua terserah anda =) Lihat aja hitung-hitungan kecil diatas. Kasarnya dalam 2 minggu bisa dapat Rp. 37.220,-. Ada yang tetap mining seperti saya, ada juga yang langsung menolak melihat profit yang sangat kecil. Dan kalau anda memutuskan untuk terjun, boleh dong pake referal saya di LTCRabbit ini. Itung-itung balas jasa info *ngarep*: LTCRabbit Mining Pool

March 19, 2014

Akhir-akhir Yang Kacau

Mau curhat dikit boleh ya.. Menyangkut Warnet akhir-akhir ini. Nampaknya benar bulan depan Warnet saya akan gulung tikar. Penghasilan bulan ini sangat-sangat parah. Ditambah lagi anak sekolah yang lagi Ujian Tengah Semester. Sebagai contoh penghasilan semalam, Selasa - 18 Maret 2014, dari sewa komputer hanya mendapat Rp. 38.000,-. Segera berakhir?

Mudah-mudahan ada secercah harapan untuk bulan depan. Kalau tidak saya akan segera mengakhiri kegiatan saya di dunia Per-Warnet-an ini.

March 15, 2014

Check Point: 1 Bulan Tarif Baru

Agak telat nulis, tapi daripada tidak? Sekarang sudah tanggal 3 Maret 2014 dan sudah 1 bulan sejak Warnet saya dipasangi tarif baru. Untuk yang baru pertama kali mengunjungi blog ini, saya kutip sedikit tentang tarif baru Warnet saya:
Rp. 4000/jam untuk 2 jam pertama, +Rp. 3000 untuk tiap jam berikutnya. Kelipatan billing per Rp. 1000,-
Dengan skema tarif tersebut, ternyata tak jauh dari perkiraan. Pendapatan Warnet saya drop sekitar 50%. Tak perlu rahasia-rahasiaan lagi, berikut ini saya sajikan saja detail penghasilan Warnet saya bulan lalu, Pebruari 2014.

  • Sewa komputer: Rp. 2.887.000,-
  • Layanan: Rp. 299.000,-
  • Produk: Rp. 3.104.000,-
  • Pembayaran account (Member): Rp. 616.000,-
Dengan pendapatan sedemikian, biaya operasional bulan lalu antara lain:
  • Listrik: Rp. 660.459,-
  • ISP (Speedy 3Mbps): Rp. 1.114.000,- (termasuk PPN + biaya administrasi pembayaran klikbca)
  • Belanja voucher game + pulsa: Rp. 2.630.000,-
Dan jika dikurangkan dari pendapatan maka didapatkan profit sebesar:
Rp. 6.906.000 - Rp. 4.404.459 = Rp. 2.501.541
Wow.. profit.. bagaimana menurut anda? Dan beginilah menurut saya:

Pertama perhatikan biaya operasional yang saya sajikan. Disitu belum ada perangkat berikut:
  1. Sewa tempat, yang kebetulan saya tidak menyewa =)
  2. Gaji karyawan, selalu gunakan UMR yang mana untuk daerah saya adalah Rp. 1.500.000,-. Berhubung saya sendiri merangkap Operator bersama Istri, maka biaya total gaji kami adalah Rp. 3.000.000,-
  3. Biaya perawatan peralatan
  4. Biaya tak terduga
Sudah lihat apa yang terjadi? Bahkan untuk membayar gaji kami saja (profit - gaji):
Rp. 2.501.541 - Rp. 3.000.000 = (minus) Rp. 498,459
Membayar gaji diri sendiri saja tidak cukup saudara-saudara. Belum lagi (seandainya) harus membayar sewa tempat, belum lagi harus mengganti headset yang rusak per bulan, belum lagi kalau ada kejadian tak terduga seperti (misalnya) perangkat yang tersambar petir, dan juga termasuk (seandainya) menggaji karyawan satu orang lagi. Ingat saudara-saudara, Warnet berjumlah 10 komputer ke-atas tidak mungkin dikerjakan sendirian. Dari yang saya alami selama 3 tahun ini setidaknya Warnet berjumlah 10 komputer ke-atas membutuhkan paling sedikit:

  • 1 orang teknisi perawatan (yang saya kerjakan sendiri)
  • Karena sudah cukup lelah untuk perawatan, Saya membutuhkan 1 Operator (yang dikerjakan oleh istri)
  • Bahkan istri saya pun mengeluh terlalu lelah menjaga (butuh 1 orang Operator lagi)
Dengan demikian, saya ambil kesimpulan bahwa Warnet saya membutuhkan 3 orang Operator. Dengan biaya gaji total sebesar Rp.  Rp. 4.500.000,- maka sudah dipastikan Warnet saya mengalami kerugian yang cukup besar untuk operasional bulan Pebruari 2014.

Masih mau buka Warnet?

nb: sial.. ini ternyata belum ke-post. Pas ngecek list posting statusnya masih draft. Padahal harusnya tanggal 1 kemaren nih..

March 14, 2014

Google Meniadakan Garis-Bawah Pada Link

Hasil Search Google: Tanpa Garis Bawah Lagi
Mulai saat ini kita tidak akan lagi melihat garis-bawah pada link hasil search di halaman Google. Menurut The Verge ini menandakan berakhirnya sebuah era Internet tahun 1996. Dengan tampilan yang lebih bersih tanpa garis-bawah diharapkan user akan lebih mudah menemukan informasi pencarian yang diinginkan.
Baca selengkapnya di artikel The Verge:
Google removes underlined links, says goodbye to 1996

March 12, 2014

Review Smart Billing Gemscool Gwarnet


Kali ini saya mau cerita sedikit pengalaman ngutak-ngatik Smart Billing, Billing kepunyaan Gemscool yang kalau tidak salah dikeluarkan bersamaan dengan program Gwarnet Gemscool. Bagi pemakai Smart Billing maka Warnetnya berhak mendapatkan status Gwarnet Gold dengan bonus yang lebih banyak dibanding Gwarnet Premium.

Pertama: Manual
Manual Smart Billing cukup mudah dipahami untuk diikuti sendiri. Tak banyak aturan-aturan "cape deh" ala Gacape seperti yang harus administratorlah, install ulanglah, formatlah. Saya coba di komputer warnet langsung bekas percobaan Gacape Server tanpa ada perubahan sedikitpun, ternyata instalasi berjalan dengan mulus. Program Smart Billing Server pun berjalan dengan baik tanpa id-id kadaluarsa ala Gacape yang sangat membingungkan. Saran saya disini cukup ikuti manual yang disediakan oleh Gemscool.

Kedua: Menu Billing
Apa boleh buat, disini terpaksa saya bandingkan dengan salah satu Billing yang menurut saya paling sakti: Cafesuite. 3 tahun lamanya saya menggunakan Cafesuite untuk warnet saya. Kadang hang saat remote komputer client, saat masukin produk penjualan barang, atau saat komputer sedang repot membuka photoshop dan sejenisnya yang memang aplikasi kelas berat. Tapi diluar itu Cafesuite adalah (sekali lagi) Billing yang paling sakti bagi saya. Selain juga sudah sangat paham dengan settingannya.
Di Smart Billing menu yang tersedia sudah jelas tak selengkap Cafesuite. Biar gampang dilihat sebaiknya saya sajikan per poin saja:
  • Smart Billing tidak memiliki sistem poin member
    Padahal selama ini saya selalu menggunakan sistem poin member di Cafesuite. Jadi member main sekian, dapat poin, kumpulin poin sampai sekian, lalu bisa ditukar dengan hadiah-hadiah menarik.
  • Smart Billing tidak bisa kalkulasi uang kembalian
    Di Cafesuite misalkan pelanggan selesai dengan tagihan Rp. 3.500,- maka saat akan mengosongkan komputer yang ia gunakan, kita bisa masukkan jumlah uang yang dibayarkan pelanggan. Misalkan ia membayar dengan uang Rp. 10.000,- maka secara otomatis akan ditampilkan jumlah uang kembalian. Ini cukup membantu saat belanjaan pelanggan banyak dan suka memberi uang tambahan biar kembaliannya pas =)
Ketiga: Menu Client
Kenapa Smart Billing gratis? Ternyata Gemscool menempatkan situs mereka sebagai situs awal bukaan di browser default setiap client. Jadi setiap user membuka Firefox, misalnya, akan otomatis terbuka iklan Gwarnet seperti game-game mobile mereka. Cukup fair saya rasa.

Catatan: posting ini akan diperbaharui seiring penerapan Smart Billing di warnet saya. Saat ini saya hanya mencoba di satu komputer client. Jadi di komputer Billing ada 2 billing berjalan: Smart Billing untuk satu komputer, dan Cafesuite untuk sisa seluruh komputer. Kita tidak mau warnet tidak bisa beroperasi gara-gara percobaan Billing bukan? 

March 11, 2014

Gacape Gagal, Lari ke Smart Billing

Cukup sudah! Habis kesabaran saya mencoba-coba GACAPE Server yang sangat melelahkan dan membingungkan. Update otomatis game-game Gemscool sudah pasti tak berjalan. Kabarnya mereka belum menjalin kerjasama dengan Gemscool. Saya coba download game dari Download Center yang tersedia pun selalu gagal. Bahkan untuk file 600kb kecilnya entah kapan akan selesai.

Sekarang saya mengalihkan pikiran saya ke Smart Billing. Billing milik Gemscool ini juga memiliki fitur sinkronisasi antar client sebagai pengganti tujuan utama GACAPE Server. Gimana sih? Tujuannya biar GACAPE kok malah CAPE-nya minta ampun?

Sementara saya baru menginstall Smart Billing Server untuk melihat menu-menu yang tersedia. Yang pasti fitur sinkronisasi dan sistem member rasanya sudah cukup. Ohya, sebelumnya saya memakai billing Cafesuite, sejak awal pertamakali buka Warnet. Walaupun kata installer-installer Smart Billing hampir-hampir sama saja cara penggunaannya, jangan percaya begitu saja. Gak percaya? Coba pakai Microsoft Word 2010 atau keatas jika kamu sebelumnya Word 2007. Memang sama saja, tapi letak menu ada yang berubah. Butuh penyesuaian yang cukup lama jika menerapkan sistem baru.

Spesifikasi Komputer Gaming Warnet Minimum

Edit 4 Nov 2014. Tambahan dari mas bro Gede Pratama Arya Pinatih untuk spek yang lebih murah.

Artikel ini didasarkan pada beberapa situs benchmark dan dibandingkan dengan keadaan pasar Indonesia. Belum tentu hardware yang recommended di situs luar tersedia di pasar Indonesia.
Total harga: Rp. 3.621.000,-
1. Prosesor
Intel G2020
Harga saat ini: Rp. 593,000

Tak perlu ragu kalau nemu prosesor ini di suatu tempat dengan harga murah. Langsung sikat kalau tujuannya adalah gaming kelas menengah. Dengan pemakaian listrik yang lebih hemat ketimbang pesaingnya, dual core dari Intel ini layak diperhitungkan.

2. Motherboard
Asrock B75M-DGS R2.0
Harga saat ini: Rp. 654,000
Bagian yang sering membingungkan user: motherboard. Ada begitu banyak motherboard yang membanjiri pasar komputer, dengan spesifikasi yang berbeda-beda pula, chipset yang berbeda-beda, bundle yang berbeda-beda. Untuk itu motherboard sebaiknya disesuaikan saja dengan budget. Kalau saya pribadi lebih membuat motherboard sebagai pilihan terakhir setelah merancang spek lainnya terpenuhi. Dan selalu ambil chipset terbaru, tapi jika masih terlalu mahal, ambillah chipset setingkat dibawahnya =) Untuk kali ini pilihan kita jatuh pada Asrock B75M-DGS R2.0 keluaran anak perusahaan ASUS.

3. Hard drive
WDC Blue 500GB
Harga saat ini: Rp. 556,000
Hard drive sebenarnya gak perlu besar-besar untuk Warnet. Tapi juga sudah cukup sulit menemukan Hard Drive kapasitas 320GB kebawah. Selain juga game-game offline yang semakin besar kapasitasnya. Sementara ini kita pilih ukuran 500GB untuk mengakomodir penyimpanan file-file game kita.

4. Memory RAM
Team Elite DDR3 PC10600 2GB
Harga saat ini: Rp. 269.000
Kalau ada duit lebih sih lebih baik ambil konfigurasi dual channel. Banyak dual-kit yang saat ini bisa dipilih. Tapi namanya juga budget, minimal kita sediakan memori sebesar 2GB untuk menjaga sewaktu-waktu kita akan memakai Windows 7.

5. Power Supply
AcBel CE2 400 OEM
Pure 400W, Peak 450W
Harga saat ini: Rp. 365.000
Jangan main-main sama pasokan daya ke komputer kamu. Hindari pemakaian PSU bawaan casing-casing murah (kecuali memang bundle dari merk seperti Thermaltake atau Antec). Tapi kalau harga casing kamu di bawah Rp. 500.000 sudah disertai PSU, segera ganti dengan AcBel CE2 400 OEM ini. Harga paling murah untuk kelas 400W dengan kualitas terjamin.

6. Casing
Aerocool V3X Advance
Harga saat ini: Rp. 295.000
Casing murah dengan tampilan menawan. Cocok untuk gamer pemula atau Warnet yang butuh pendinginan extra. Dengan 2 tempat fan dari bagian samping, 1 intake fan dari depan, dan 1 output fan sebagai knalpot. Casing murah dari merk terkemuka ini sangat disarankan untuk saat ini. Meski memang kualitas bahan yang tak terlalu kuat (lebih mirip kaleng) tapi casing ini sesuai dengan harganya. Ingat: No PSU bawaan.

7. Kartu Grafik
Sapphire Radeon R7 240 2G DDR3 with Boost
Harga saat ini: Rp. 918.000
Kartu grafik ini menjadi tolak ukur paling bawah kelas gaming pemula. Sudah sanggup memainkan game-game terbaru dengan resolusi menengah. Bahkan game-game kelas berat sekalipun di resolusi 720p. Kalau ingin mencari pilihan lain yang lebih murah mungkin bisa dipilih yang sepantaran: HD6670, HD6570

Total harga: Rp. 3.621.000,-

-------------------------------------
Pilihan Spek Lain

March 10, 2014

Kilas Balik Awal Membuka Warnet

Tiba-tiba saya teringat tahun 2010 sebelum saya membuka warnet. Abang saya pernah berkata: "Tapi aku kok gak yakin ya buka di lokasi itu? Orang-orangnya itu loh..". Juga tak jauh beda, ada pula teman saya yang mengatakan: "Udah banjir pesaing, beratlah..". Apakah benar pernyataan-pernyataan tersebut?

Pernyataan kedua orang diatas tidak salah. Adalah benar ternyata "orang-orang" di lokasi warnet saya ini kurang mendukung. Saya merasakan kurangnya apresiasi dari pelanggan-pelanggan yang berasal dari kampung ini. Kurangnya menjaga alat, sampai membuka pintu kaca yang asal dengan mendorong kaca bukannya menggunakan gagang pintu kaca. Soal pesaing udah "banjir" juga benar. Ini paling terasa yang mana saat ini saya sendiri pasang tarif Rp. 4000/jam dengan 2 pesaing yang sangat dekat memasang tarif di Rp. 2.500 dan Rp. 3.000.

Tapi saya selalu ingat pepatah, entah pepatah siapa, Mario Teguh kah? atau pepatah lama.. Jangan terlalu lama berpikir! Langsung dicoba! Dan setelah 3 tahun lamanya saya mencoba membuka Warnet ini, saya akhirnya sadari bahwa membuka Warnet di "lokasi" ini dan "jaman" ini terlalu berat. Persaingan tarif sudah tak sehat lagi sementara pemilik usaha berjuang mati-matian menjaga kualitas layanan. Waktu saya tinggan 1,5 bulan lagi untuk memutuskan apakah Warnet ini masih akan saya lanjutkan ataukah saya akan alih usaha dan belajar dari 0 untuk bidang yang mungkin baru bagi saya =)

March 8, 2014

Tutorial (Ribet) Install Gacape Warnet Super Updater

Gacape Tapi Cape
Edit post tambahan: 18 April 2014, tambahan sebuah komentar Anonymous (kalo boleh kasih id-nya, gan). Saya rasa komentar agan Anonymous ini sangat penting karena tak jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan tentang GACAPE Server ini. Postingan tambahan bisa dilihat paling bawah.

Berhubung Warnet lagi sepi-sepinya, saya teringat Gacape yang sejak tahun lalu sebenarnya udah saya daftar, tapi belum sempat diterapkan di Warnet. Ini adalah sebuah log Tutorial instalasi versi saya. Kenapa perlu tutorial lagi? Karena.. tutorial resmi dari web Gacape itu tak jelas.

Tahap 1. Download & Install

  • Alamat resmi Gacape: www.gacape.com
  • Download secara jantan dari salah satu server yang disediakan. Isinya sudah termasuk untuk Server & Client
  • Install Gacape Server di komputer yang akan dijadikan sebagai server. Sesuai petunjuk, disarankan komputer ini terpisah dari Billing. Karena Billing sendiri sudah cukup pusing meladeni settingan waktu komputer client
  • Setelah instalasi, lalu akan diminta username & password. Sayangnya disini salah satu "keanehan" yang terjadi: id disini bukanlah id yang didaftarkan pada web Gacape. Setelah menelisik arsip-arsip lama, akhirnya saya temukan id & password yang pada akhirnyapun tetap tak bisa digunakan untuk verifikasi saat instalasi
  • Segera hubungi support Gacape untuk mendapatkan id & password yang baru, karena sepertinya diberlakukan sistem kadaluarsa untuk ini
  • Mudah-mudahan anda tidak mengalami seperti apa yang saya alami hari ini. Saya hubungi pukul 11:00 WIB, balasan mereka terlalu lama sampai menyentuh jam makan siang. Baik saya maklumi. Lalu sore saya hubungi kembali, ternyata jawabannya via Yahoo Messenger: marketinggacape1: besok aj ya udah mau pulang. Mau marah ya namanya software gratisan, ya udah cukup dijawab dengan: baiklah.
  • Sayang, harus menunggu satu hari lagi =)
lanjutan..
Hari ini saya mencoba menghubungi lagi support Gacape via Yahoo Messenger, dan ternyata kali ini respon lebih baik. Setelah diberikan password baru, saya coba verifikasi baru berhasil. Harap dicatat bahwa memang id Gacape memiliki sistem kadaluarsa dengan rentang satu tahun. 
  • Lanjutkan instalasi dengan mengikuti tutorial resmi dari Gacape, untuk sementara belum ada yang perlu ditambahin
Tahap 2. Setting Server Gacape
  • Setelah instalasi selesai, maka kita sampai pada bagian setting Server Gacape yang tak kalah membingungkan. Satu-satunya panduan yang mungkin pantas untuk diikuti adalah yang terdapat pada akun Gacape Tutorial Youtube
  • Sekian banyaknya opsi yang terdapat pada settingan Server Gacape, kita tidak akan menemukan keterangan yang jelas per bagiannya. Entah "ada sesuatu" atau memang Gacape tidak mau ambil pusing untuk menjelaskan settingan satu per satu. Lagi-lagi, namanya gratisan, kita cobain aja sendiri
Tahap 3. Penambahan Game
  • Kita lanjutkan kebingungan kita pada tahap berikutnya: PENAMBAHAN GAME
  • Disini kita dihadapkan pada kebingunan karena salah satu game yang paling populer saja (baca: Point Blank) tidak tersedia pilihan download-nya. Dan itu baru satu game, masih banyak game populer lainnya yang tak tersedia sebagai pilihan download
Tak terdapat game populer Point Blank
  • Dan setelah menelisik lagi video tutorial yang tersedia di Youtube, baru kita akan mengeri "sedikit" tentang cara penambahan game
  • Sementara sebelumnya kita diharapkan untuk mem-format komputer yang akan dijadikan sebagai server, coba seandainya tak ada backup file game populer ini pada komputer client. Maka kita masih harus akan dipusingkan lagi dengan download installer terbaru dari situs publisher game masing-masing. Kita lihat saja, apa software ini sesuai dengan namanya GACAPE? Karena saya sudah cukup CAPE ngerjain instalasi software ini di hari ke-2
Transfer file game dari server backup
Tahap 4. Kebingungan Berlanjut..

  • Dan setelah mencoba sana-sini, saya yakin anda pasti akan menghadapi berbagai masalah seperti yang saya alami juga. Mulai dari otomatis update yang tidak berjalan, kategori yang berantakan, tampilan menu client yang tidak menarik, dan segudang masalah lainnya yang bisa bikin kita lebih milih tidak jadi menerapkan Gacape Server ini
  • Sebagai sebuah catatan yang sangat penting adalah: saya berikan tulisan bold, akun pada Windows yang digunakan, baik Server maupun Client, haruslah akun ADMINISTRATOR. Tidak bisa hanya menggunakan akun tambahan yang privilege-nya Administrator. Hal ini harusnya dijelaskan lebih awal oleh Tutorial Gacape untuk memudahkan langkah berikutnya tapi sepertinya tidak terlalu ditekankan. Baru setelah anda menghubungi support mereka akan diganti secara remote. Sungguh men-CAPE-kan sekali
  • Pertimbangkan software-software yang akan anda masukkan dan gunakan dari Server. Pada awalnya saya mencoba memasukkan banyak sekali software portable mulai dari 7-zip sampai Mozilla Firefox portable. Tapi untuk saat ini saya lebih memilih instalasi manual seperti yang pernah saya jelaskan menggunakan Ninite.
Tahap ........ Entah tutorial ini masih perlu saya lanjutkan atau tidak, yang pasti dengan segala kebingungan saya, coba sana coba sini, sampai 1 minggu lamanya sistem GACAPE Server ini belum bisa berjalan dengan lancar. Untungnya berdasarkan pengalaman saya baru mencoba di hanya 1 komputer client. Dengan efek yang cukup mengagumkan: banyak pelanggan yang menghindari komputer tersebut karena tampilan yang cukup membingungkan dibanding settingan desktop manual saya selama ini. 

Saran saya? Kalau tidak suka oprek sebaiknya tidak usah dicoba, gunakan saja instalasi manual. Kalaupun maksa mau nyoba sebaiknya di satu komputer cadangan. Atau dengan kata lain anda butuh 2 komputer: 1 server dan 1 client.

Sebaiknya Tutorial ini cukup saya akhiri sampai disini saja, karena saya sendiri merasa CAPE mencoba GACAPE yang katanya 100% tambah pelanggan =)


Sebuah komentar tanpa nama yang saya rasa sangat layak untuk saya tambahkan ke postingan ini:AnonymousApril 17, 2014 at 9:35 PMBETUL GAN! Bener-bener ribet ini software gratisan Gacape. Berhari-hari ane ikutin tutorialnya, baik yang di web, di pdf, di word kagak ada yang berhasil seperti yang dijanjikan. Berikut penderitaan ane yang ane ingat :
- Nama file client berbeda dari yg di tutorial. Ane sempat cari-cari ulang di donlad area tapi gak ketemu. Ternyata nama file client adalah GACAPE MENU, bukan Client Setup seperti yg disebutkan di tutorial. Hal ini sepele, tapi bagi pemula, ini bikin bingung. Dikiranya harus donlod lagi.
- Waktu ane minta ID (username) untuk instal server, lewat YM, kok mereka juga keheranan. padahal ane udah jelas-jelas bilang "Minta ID untuk instal gacape server". Mereka kira ID untuk login ke website. Mereka yang bikin, mereka yang bingung!
- Di tengah-tengah instalasi diminta lagi masukin PASSWORD. PW apa lagi ini? Saya isi sembarangan, bisa.
- Sebelum instalasi anti virus harus mati, firewall juga harus dimatikan. Software yang ganas ini mah.
- Di tutorial disebutkan harus mengisi IP Address client satu saja, berikut DNSnya, Gatewaynya, dll. Nanti PC yang lain akan muncul sendiri IPnya, seperti di preview. Tapi di seting 'Network" tsb selalu hilang semua parameter yang ane masukin tiap kali buka lagi. Padahal udah diklik Apply.
Waktu ane tanya ke "IT"nya, jawabnya "Oh, itu gak perlu Gan. Diseting di PC Client saja." Gubrak!
-Akhirnya berhasil juga nginstal server dan client. Ane pencet tombol SCAN supaya PC client otomatis muncul di Server. Tapi yang muncul malah pc yang belum diinstal Gacape Menu (client). Yang udah diinstal menu malah gak muncul. Aneh.
- Trus ane coba masukin game ke server sesuai instruksi di situ. Tapi gak mau masuk-masuk itu game. Kata "IT"nya, nama fordernya KEPANJANGAN, jadi gak muat. Ane nurut aja sama "IT" tsb. Nama forder game ane singkat semua. Tapi tetap gak bisa. Setelah ane DRAGG dari windows explorer ke ruangan game, baru bisa. Hedeuh.
- Sukses juga akhirnya walaupun bantuan IT-IT Gacape deh di YM TIDAK MEMBANTU SAMA SEKALI. Kadang mereka bermaksud bantu pake Teamviewer, tapi teamviewer mereka sering disconect.
- Lantas ane TEST DRIVE ini software keren abis . Dah abis dah energi ane. Kenapa? Client gak mau connect ke server. ane restrart tetap gak nongol di server. Ane YM lagi "IT"nya walaupun yakin ane bakal dapat jawaban konyol. Eh benar, kata IT Gacape yang gak perlu ane sebutin IDnya, begini: "Direstor aja pak." Restore gundulmu. Wong belum ada yang jalan kok direstore, kata hati saya.
Karena frustrasi, dah ane bongkar aja ini gacape yang bikin cape dari PC server. Ane unisnstal. Beres. Tapi yang di client gak bisa dihapus. Setelah ane uninstal, restart, eh, nongol lagi. Uninstal lagi, kali ini pake REVO UNINSTALLER yang ampuh, eh, nongol lagi itu menu gacape menutupi menu yang lain. WUAAAAAA!
Dah. Ane format aja. Beres. Bye bye Gacape: Gagal dan Cape!

Masih Empat Ribu Sejam, Bang?

Pagi-pagi kedatangan bocah pelanggan lama yang juga sudah sebulan menghilang sejak tarif Warnet saya di Rp. 4000/jam. Setelah celingak-celinguk sebentar, ia pun lalu bertanya: "Masih empat ribu sejam, bang?".

Ini lucu.. mengingat promo-promo dulu kala yang saya buat berbeda setiap bulannya selalu bikin pelanggan terbang melayang. Dulu pernah juga saya lakukan sedikit "tes" mirip seperti ini, tapi bedanya kali ini saya tidak akan lagi menurunkan tarif. Bahkan tahun depan saya berencana masang tarif di Rp. 5000/jam. Kalau masih buka =)

March 7, 2014

AMD Athlon II X3 440 3.0GHz Untuk Gaming

Kemampuan Athlon II X3 440 3.0GHz untuk nge-game? Tak perlu diragukan lagi. Dengan 3 core prosesor ini sudah cukup mumpuni untuk meladeni kegiatan sehari-hari mulai dari ngegame, browsing, kerjaan kantor, atau bahkan desain grafis (yang terakhir lebih pengaruh sama kartu grafis).

Tapi ada tapinya:
1. Prosesor AMD ini tak mungkin lagi ditemui di toko-toko komputer dalam kondisi baru
2. Secara efisiensi daya, prosesor ini kalah jauh dengan keluaran Intel bahkan seri Sandy Bridge kelas bawah sekalipun (Intel G620) yang cuma punya 2 core

March 5, 2014

Turut Berdukacita Atas Tutupnya Satu Warnet..

Dapat kabar dari teman sesama pebisnis Warnet, ternyata Warnetnya yang berjumlah 10 komputer sudah tutup sejak 2014. Ngobrol punya ngobrol, ternyata alasan dibalik tutupnya Warnet beliau yang notabene sudah lebih lama beroperasi dibandingkan Warnet saya ini tak lain tak bukan hampir sama dengan alasan saya membuat blog ini. Persaingan Warnet yang sudah sangat tidak sehat.

Bahkan kalau mau jujur, beliau memiliki lokasi yang sangat strategis. Tepat di pusat kota dan banyak sekali sekolah yang berdekatan. Sekitar setahun yang lalu sayangnya beliau harus bermain di tarif Rp. 2000/jam karena memang persaingan Warnet di pusat kota justru lebih kejam daripada pembunuhan. Well, saya sudah bilang juga ke dia kalau mungkin tak lama lagi Warnet saya akan menyusul. Biaya operasional Warnet sudah sangat tidak masuk akal dibandingkan dengan pemasukan dan mental pelanggan 5000 - 2 jam.

Saya sendiri masih bingung akan melangkah kemana kalau saja Warnet ini harus saya tutup. Untuk sementara saya lagi asik mining Litecoin untuk membuktikan bahwa kegiatan mining ini layak diperhitungkan atau tidak. Cukup 3 bulan, kita akan lihat hasilnya =)

March 4, 2014

Bitcoin, Litecoin, dan Coin-Coin Lainnya

Coins
Ini dia yang lagi ngetren, coin-mining. Ngetren gak sih? Atau cuma saya? Berhubung karena Warnet lagi super sepi, saya teringat kembali coin-mining yang sebenarnya udah berlangsung lama ini. Dulu sempat hampir dimulai, cuma saat install Wallet Bitcoin ternyata memakan waktu yang sangat-sangat lama hingga berhari-hari. Itu masih di instalasi Wallet-nya. Belum lagi mencoba mining.

Dan memasuki tahun 2014 ini, banyak bermunculan coin-coin lain yang mencoba menumpang kesuksesan Bitcoin. Salah satunya adalah Litecoin yang dianggap sebagai versi "silver" dari Bitcoin. Dengan mengandalkan perangkat komputer biasa yang dilengkapi dengan kartu grafik yang sesuai, kita bisa memperoleh coin dengan satuan LTC yang bisa diperjualbelikan. Nilai tukar LTC saat tulisan ini saya turunkan 1 LTC = ~ $13 yang kalau dirupiahkan sebesar ~ Rp. 150.000.

Entah apa yang akan terjadi kedepannya, tapi hobi komputer dan sepinya Warnet ini bikin saya untuk sementara biar mencoba kegiatan mining ini.