November 30, 2013

Mencoba Layanan Baru

Awal Desember 2013 ini menjadi salah satu tolok ukur saya dalam menilai kemampuan warnet. Konon katanya warnet asal tidak akan mampu bertahan satu tahun. Warnet "standar" akan mampu berjalan dua tahun. Dan menginjak tahun ke-3 saya rasa warnet tersebut layak disebut "dewasa". Kok jadi ngelantur nih cerita?

Jujur aja ada rasa jenuh sedikit di umur 3 tahun ini. Dan juga tak bisa dipungkiri: pengguna warnet terus menurun. Digempur oleh smartphone, tablet, koneksi murah dari Telkom, tapi juga tak lepas dari kejenuhan pelanggan yang hanya memainkan game yang itu-itu saja.

Dan mulai saat ini saya coba luncurkan dua layanan baru yang sebenarnya sudah dimulai sejak pertama kali buka. Tapi saya selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan, makanya saya sudah lebih bulat menjalankan ini di umur warnet yang sudah "dewasa" ini.

Pertama adalah layanan download. Khusus file berukuran besar. Tarif percobaan Rp. 10.000 per GB. Ternyata saya langsung mendapatkan seorang pelanggan yang sudah 2 kali menggunakan jasa ini. Beliau menginginkan film kartun yang ada di Youtube untuk bisa diputarkan di laptop bagi anaknya yang masih kecil. Sayangnya untuk jasa yang satu ini hanya bisa tak kerjain setelah warnet tutup karena keterbatasan bandwidth. Harapan saya, jika permintaan membludak akan menyewa bandwidth satu lagi khusus untuk layanan ini. Jadi siang juga tetap jalan. Doakan kami yaaa..

Kedua adalah jasa install ulang. Sudah sedikit terlambat tapi kali ini saya merasa harus menjalankannya. Dengan tarif promo Rp. 50.000 saya juga sudah mendapatkan satu orang pelanggan. Kelebihan saya tawarkan adalah Full Update. Windows akan diupdate secara full untuk memastikan tidak akan ada masalah saat instalasi program-program lain. Setelah promo ini berakhir, tarif normal yang akan saya minta adalah Rp. 75.000. Dijamin rapi dan ada garansinya juga loh!

November 29, 2013

Review Singkat: Casing Aerocool V3x Advance

Lagi cari casing yang cukup keren tapi gak terlalu mahal? Mungkin casing yang satu ini bisa ente jajal. Aerocool V3x Advance ketika saya ambil dibanderol Rp. 361.000,- di salah satu toko di Jakarta.

Casing ini memenuhi prinsip-prinsip cooling yang baik:
- 1 fan menghisap udara dingin dari depan (termasuk pembelian)
- 1 fan mengeluarkan angin panas dari dalam kesing ke belakang (termasuk pembelian)
- dan disertai grill di samping yang bisa dipasangkan 2 fan 120mm (tidak termasuk pembelian)

Ada 1 port USB 3.0 juga loh di bagian depan casing. Ini bisa ke motherboard yang ada port USB 3.0 nya.

Kalau daritadi kita cerita yang good-good, sekarang saya mau cerita yang bad-bad. Saat saya coba rasakan bahan dari casing ini tidak jauh berbeda dengan casing-casing murah seharga Rp. 100.000,-. Terbukti saat dibuka dari dusnya, ada bagian-bagian yang penyok di samping casing. Ini membuktikan bahan casing yang tidak terlalu kokoh. Tapi kalau mau sekuat baja, yang siapkan aja dana Rp. 700.000,- lebih. Dijamin puas =)

Ohya, satu lagi nilai plusnya adalah tersedianya bracket HDD yang disertai fan 80mm. Dengan bracket ini, HDD diharuskan dipasang di atas. Tempat yang seharusnya diisi oleh device selebar DVD-ROM. Tapi mosok gak dipasang udah dikasih fan gratis?

Tombol-tombol juga empuk. Power on, reset, pokoknya untuk budget tiga ratus ribuan, casing ini sudah pas. Tampilan juga sangar =)

November 28, 2013

Guru Masuk Warnet

Tadi siang tiba-tiba masuklah seorang guru smp depan sambil bertanya pada beberapa anak SMP yang sedang bermain: Heh! Kalian anak SMP sekian?? Cabut ya?

Dengan sedikit ketakutan mereka menjawab sambil mencatatkan nama mereka pada secarik kertas atas perintah guru tersebut. Saya sebagai pemilik warnet sekaligus operator yang sedang bertugas melihat gerak-gerik sang ibu guru.

Ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh guru yang satu ini:
1. Anak-anak yang sedang bermain tersebut tidak bolos!
SMP depan sedang melakukan renovasi ruang kelas sehingga murid-murid sementara dibagi 2 jam masuk. Pagi dan siang. Sang guru samasekali tidak berhak memarahi para anak untuk bermain di warnet bersih diluar jam sekolah
2. Ibu guru samasekali tidak permisi kepada saya selaku pihak yang bertanggungjawab!
Melirik pun tidak, sang ibu guru hanya berkomunikasi kepada murid-murid yang sedang nge-net tanpa memperdulikan saya. Beliau telah memasuki properti orang lain tanpa permisi. Emangnya saya dinding?
3. Ibu guru nyelonong masuk sementara lantai masih basah
Kebetulan saat ini ada anak PKL yang bertugas bersih-bersih. Salah satunya ngepel lantai. Dan saat itu lantai masih dalam keadaan sangat basah. Sang ibu guru dengan santainya masuk mengotori lantai warnet yang baru saja selesai dipel. Bagaimana jika saya berniat mempermalukan beliau dengan menyuruh mengepel kembali lantai tersebut?

Adapun niat saya berbisnis warnet tidak pernah disertai dengan tujuan negatif. Pengumuman ada di setiap komputer: TIDAK MENERIMA SISWA BOLOS SEKOLAH. Dan ada juga pengumuman khusus di pintu kaca warnet: TIDAK MENYEDIAKAN AKSES KE MEDIA PORNOGRAFI.

Jadi, sebaiknya jika ada urusan dengan salah satu pengguna warnet yang sedang bermain, ingatlah untuk permisi kepada Operator yang sedang bertugas. Siapapun dia, pemilik, cuma Operator, satpam, anak PKL. Hormati mereka karena anda sedang berada di "rumah" mereka. Apakah anda selalu bertamu seperti seorang preman?

November 27, 2013

Ganti Fan Kartu Grafik (Fan VGA)

Masih hangat nih, baru aja selesai ngerjain. Sebenarnya udah beberapa unit kartu grafik yang di warnet tak ganti kipasnya. Kenapa? Karena e karena fan bawaan kartu grafik (Digital Alliance HD5570) udah pada mati!

Lalu kenapa kalo fannya mati? Temperatur yang kelewat tinggi (tadi sampe 81°C. Tak lama kemudian dijamin akan terjadi layar hitam, atau mungkin blue screen, atau mungkin restart tanpa diduga.

Sebagai warnet, mungkin yang udah jalan akan tau seberapa berat untuk mengganti kartu grafik "kelas warnet gaming". Yaitu berkisar antara Rp. 500.000 untuk HD5570 sampai Rp. 1.000.000 untuk HD7750. Di atas itu sebaiknya ga usah dipasang di warnet. Karena terlalu mahal untuk tarif rata-rata warnet saat ini. Kapan-kapan kita bicarakan masalah keuangan warnet.

Untuk ukuran fan pengganti sebenarnya tergantung ukuran heatsink terpasang di kartu grafik. Tapi kelas low-middle end biasanya sudah cukup fan 80mm. Terserah mau yang LED atau yang hitam biasa lebih murah (Rp. 7500).

1. Fan yang udah mati dibuka dulu pake obeng kecil. Takut mengganggu fan yang akan dipasang.
2. Lalu siapkan pengikat yang mudah didapat disekitarmu. Kalo saya sih pakenya cable-ties. Lebih mudah tinggal tarik-potong
3. Cari jalur kosong cable-ties di bawah heatsink. Kalo nyangkut kena ke chipset juga gak lucu. Karena memang gak bisa masuk
4. Gunakan imajinasi anda untuk ngepasin cable-ties. Jangan sampe fan terlalu dekat sama slot pci-express 16. Nanti malah gak bisa masuk kartu grafiknya
5. Rapikan cable-ties. Potong kelebihan kabel biar gak mengganggu ke fan-fan casing.
6. Siap beraksi.

Dengan fan kartu grafik custom ini, temperatur yang didapat dari tes furmark ada di angka 70°C. Turun 10% dari fan mati. Kalo hasil yang ente dapat masih terlalu panas, coba perbaikin lagi letak fannya. Jangan terbalik. Arah angin fan harus mengarah ke heatsink.

Kalo saya sendiri ga berhenti sampe situ. Saya berikan sedikit overclock untuk mengimbangi 2 unit komputer baru saya yang salah satunya menggunakan HD6570.

Penonton Yang Tidak Bermain

Ini dia masalah klasik warnet saya sejak dulu kala. Sebenarnya dilema, dibutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk menghadapi hal seperti ini.

Sebelumnya saya ceritakan dulu bahwa lokasi warnet saya berada tepat di samping sebuah SMP negeri. Tak jauh dari sini pun ada SMP negeri lain yang sangat-sangat dekat (cuma butuh 2 belokan 100 meter). Di awal rancangan warnetpun inilah yang menjadi pertimbangan utama berbisnis warnet. Selama SMP ini tidak pindah dari tempatnya, maka warnet saya akan selalu "aman". Setiap tahun akan selalu ada pelanggan baru (anak kelas 1) dan berganti terus.

Warnet saya menggunakan AC 1,5pk dan 3 buah kipas angin. Ketika bel pulang sekolah berbunyi sekitar pukul 13:00 WIB, maka mulailah warnet saya diserbu oleh mereka. Dengan jumlah komputer hanya 12 tentu sangat kurang. Semua komputer langsung penuh, tinggallah para penonton yang berdiri sesak.

Sekarang perhatikan screenshot yang tak lampirkan. Ada 2 komputer kosong, dan penonton tetap penuh sesak di lorong. Secara logika ini berarti dari setiap penonton tersebut sejak masuk juga memang tidak berencana untuk menyewa komputer. Biasanya kalo komputer full dan penonton banyak, saya cuek aja. Logika yang saya pake: oh.. maklum full.. ngantri dulu yah..

Tapi kalo lagi gak enak mood, biasanya lagi ada masalah, dan udara yang sudah menjadi terlalu panas, saya akan mencak-mencak ke penonton bilang: YANG GAK MAIN, DAN YANG GAK BERENCANA MAIN SILAHKAN KELUAR DULU! PANAS SEKALI!

Pelanggan gak mau datang lagi? tenang.. tahun depan akan selalu anak kelas satu yang baru =)

November 26, 2013

Selingan Kue Kacang

Kue kacang, roti kacang, atau apalah sebutannya di daerah lain, akhirnya tak putuskan untuk tidak menyediakannya lagi di warnet. Biasa jajanan seperti ini sistem nitip jual dengan keuntungan yang tak seberapa.
Satu toplesnya seharga Rp. 17.000 dari si penitip. Isinya 20 kue kacang. Dan biasanya akan dijual dengan harga Rp. 1.000/kue kacang. Dalam artian dari tiap satu toples yang habis maka keuntungan warnet adalah sebesar Rp. 3.000. Sedikit? Memang!
Itu kalo memang terjualnya ke pelanggan warnet. Lalu bagaimana kalo kita sebagai pemilik ikut membeli? Atau keluarga, sanak famili, teman-temin ikut "membeli"? Yang terakhir tak sebutkan inilah yang menjadi masalah bagi saya. Membeli dalam tanda kutip artinya bahwa sebenarnya mereka tidak ikut membeli. Sistem stok barang yang ada di billing sering menunjukkan kehilangan kue kacang sampai 10 lebih sementara toples sudah kosong. Masih ada kue kacang yang mau dijual di billing tapi toples tinggal berisi remah-remah. Keuntungan penjualan secara normal yang sudah tak seberapa ini akan menjadi kerugian yang cukup besar jika tetap dilanjutkan. Coba aja dihitung sendiri kalo dari tiap toples akan menghilang 4 kue kacang. Ruginya 4000, untungnya?
Daripada jadi "pengeluaran" yang tak jelas, mending distop ��

AMD Quad-Core APU A10-5800K

Bulan ini, Nopember 2013, saya baru saja menambah 2 unit komputer baru untuk warnet. Berhubung karena kebanyakan pelanggan berkategori gamers, tentu spesifikasi yang diambil adalah komputer yang mumpuni melayani kebutuhan gaming.
Karena memang hobi komputer, tentu bacaan sehari-hari juga blog-blog terkemuka tentang komputer dan hardwarenya. Saat pertama kali membaca tentang prosesor A10 ini, kesan pertama saya, WOW! UNTUK WARNET, GAK PERLU NGABISIN DANA KE KARTU GRAFIK LAGI!

Sementara selama ini, mindset yang saya pegang adalah: TANPA KARTU GRAFIK, JANGAN HARAP NYAMAN MAIN GAME. Sayapun sangat tertantang untuk mencoba menggunakan prosesor yang satu ini. Berhubung yang akan ditambah itu 2 komputer, tak ambil aja 2 spesifikasi berbeda, dengan tujuan yang agak aneh mungkin bagi pebisnis: perbandingan, percobaan, benchmark, dan sebagainya yang sebenarnya perlu diabaikan dalam berbisnis. Tapi yang namanya hobi itu tak terlawan bukan?

Adalah kemampuan grafis bawaan prosesor ini yang "katanya" setara dengan kartu grafik add-on sekelas HD6570. Diberi nama Radeon HD 7660D dengan bawaan prosesor, saat saya beli dengan harga Rp. 1,350,000,-. Adalah kisaran harga yang sama jika kita lebih memilih prosesor yang "sudah cukup" dengan tambahan vga add-on dengan kemampuan yang "cukup" (anggap saja HD6570).

Loh? Kalo harganya sama, dimana letak keunggulannya?

Nah, ini dia yang mungkin tidak diketahui orang-orang. Saya ceritakan sebuah rahasia ya: kipas bawaan yang ada pada kartu grafik kelas low-end gak akan bertahan lama. Yang di warnet saya, sudah pada mati kipas vga nya. Mungkin itu malah di tahun ke-2 (udah setahun lalu).
Dengan prosesor APU ini, resiko kematian kipas kartu grafik sudah di-nolkan menjadi hanya resiko kematian kipas Prosesor karena.. ya.. grafisnya sendiri ada pada prosesor tersebut.

Menarik bukan?


Sepatah Dua Patah Kata

Log Warnet, tadinya mau bikin Warnetku, tapi udah ada yang punya. Ya udah kasih nama Log Warnet. Tempat saya mau nge-log, catatan-catatan yang bisa berguna saat diperlukan suatu saat nanti.
Warnet yang saya kelola sendiri hampir mencapai usia 3 tahun. Saya ingin berbagi "sesuatu" yang "tak seberapa" bagi pengguna Internet yang mungkin dalam rangka "segera" membuka Warnet ataupun yang "sedang" berjuang mempertahankan Warnet, atau bagi siapapun yang merasa Log Warnet ini ada manfaatnya.
Bagi saya sendiri ya sudah jelas, sebagai sebuah catatan yang mungkin akan saya perlukan suatu saat. Berhubung saya sendiri sangat pelupa. Meja saya berisi lembaran-lembaran catatan kecil, yang juga akan lupa mana yang mana, itu yang apa.
Ya sutra, ini cuma pengantar, ditunggu aja postingan-postingan saya yang berhubung dengan seluk-beluk Warnet dan segala permasalahannya..

Test post

Hello world ♧