Tampilkan postingan dengan label penonton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penonton. Tampilkan semua postingan

19 Desember 2013

Penonton Lagi Penonton Lagi

Ini lagi.. ini lagi.. masuk-masuk warnet langsung duduk dan bilang: "putar dulu SCTV". Udah ketiga kalinya dan saya rasa sudah cukup. Besok juga saya akan hentikan langganan Telkomvision.

Pelanggan seperti ini termasuk kategori yang harus dipecat. Memang dia nyewa komputer selama 1 jam, tapi untuk setengah jam berikutnya dia hanya menonton, tanpa memesan minuman apapun, maupun makanan ringan apapun. Sungguh muak melihat tingkah pengunjung warnet yang seperti ini. Tipe orang yang tak memikirkan kesulitan orang lain. Untuk televisi tentu saya harus keluarkan dana listrik dan iuran tv berbayar. Ya mbok uang sewa komputernya ditambahin uang rokok berapa.. atau beli minuman/makanan yang banyak.

Dan yang paling parahnya lagi pelanggan yang satu ini termasuk orang dewasa. Yang seharusnya sudah bisa mikir jauh.

Cukup! Selamat tinggal tv berbayar, selamat tinggal Telkomvision. Besok saya akan ajukan permintaan berhenti berlangganan. Lebih baik LCD TV yang sudah terpasang rapi di dinding ini saya gunakan sebagai penampil iklan saja.

Menyediakan Kursi Penonton Adalah Kesalahan

Lagi-lagi masalah penonton. Penonton adalah orang yang hanya menonton. Mungkin sebenarnya berencana main, tapi entah kapan. 2 tahun lagi? 3 tahun lagi? Sementara kapasitas ruangan yang sangat terbatas membuat udara cukup panas sesak.

Dulunya saya memang sudah menghentikan pengadaan kursi penonton ini, tapi belakangan ini karena banyak tamu saya sempat menyediakannya lagi. Sampai akhirnya hari ini juga saya putuskan untuk tidak akan lagi menyediakan kursi baso tersebut.

Sejak kapan sebuah warung mengundang orang untuk "hanya duduk"?

12 Desember 2013

Pasang TV di Warnet: Apa Dampaknya?

Dulunya warnet saya punya 3 orang Operator. Salah satunya sangat bisa dipercaya karena punya hubungan keluarga. Sayangnya sekitar setahun yang lalu, karena adanya sedikit masalah yang tidak bisa saya ceritakan, satu persatu Operator berhenti bekerja. Ada yang dengan cara "tidak jelas" dan ada yang membicarakan secara baik-baik. Well, ga penting. Yang pasti sejak itu saya pegang sendiri warnet ini. Shift-shift-an sama bini. Hasilnya? Yah gak perlu keluar duit untuk bayar Operator.. mwokwokwokwok.

Sebulan, dua bulan, mulai kerasa bosannya. Walaupun saya orangnya hobi komputer, internet, tapi kalau udah jagain warnet, banyak faktor yang bisa bikin perasaan dari warna-warni. Mulai dari kebisingan yang amat sangat dari gamers, pusingnya melihat orang lalu-lalang dari depan meja Operator, dan masih banyak lagi.

Sampai akhirnya untuk mengusir rasa bosan, saya putuskan untuk masang satu set LCD TV dengan langganan tv satelit berbayar Telkomvision. Harapan saya ini bisa mengisi saat-saat bosan sewaktu giliran jaga. Dan apa yang terjadi? Ternyata pemasangan LCD TV ini kembali memunculkan masalah baru. Kalo rekening ya jelas bertambah, selain juga biaya langganan Telkomvision paket paling murah Rp. 108.900,- plus PPN. Yang jadi masalah adalah: PENONTON.

Dengan tujuan awal penyediaan LCD TV adalah sarana eksklusif untuk Operator, ternyata tak jarang juga pengunjung yang ikutan nonton. Ya, ada yang memang cuma nonton. Mungkin biar gak segan-segan amat, ada yang beli minuman ringan, beli snack, tapi itu tidak sebanding. Bayangin aja ente sediakan channel Fox Movies Premium dengan film premiere semisal Hansel and Gretel. Udah serasa di bioskop cuma dengan layar 32 inchi aja bedanya.

Ada juga yang mendingan: sambil main (sewa komputer) sambil minta ganti channel. Yang ini sih sebenarnya gakpapa, tapi biasanya channel yang diminta itu: sepakbola live. Yang nantinya akan mendatangkan penonton-penonton lain dari luaran sana. Pfff.. Makanya itu juga, belakangan saya malah jarang nonton. Kalo ngidupin TV pun paling siaran yang gak bakalan ikut ditonton sama yang lain: berita, siaran pendidikan, dan sejenisnya. Dan makin kemari makin kerasa ruginya juga. Telkomvision paket paling murah, sistem sewa perangkat, biayanya Rp. 108.900,- per bulan. Kalo dihitung-hitung udah setahun ini berarti seharusnya saya udah bisa beli perangkat Orange TV yang tidak ada biaya bulanannya. Tanpa isi voucherpun dapat siaran lokal.

Jadi? Bagaimana pendapat ente? Apakah ente juga pasang TV di warnet ente? Atau berencana? Silahkan, semua ada di tangan anda yang punya warnet.

27 November 2013

Penonton Yang Tidak Bermain

Ini dia masalah klasik warnet saya sejak dulu kala. Sebenarnya dilema, dibutuhkan kesabaran tingkat dewa untuk menghadapi hal seperti ini.

Sebelumnya saya ceritakan dulu bahwa lokasi warnet saya berada tepat di samping sebuah SMP negeri. Tak jauh dari sini pun ada SMP negeri lain yang sangat-sangat dekat (cuma butuh 2 belokan 100 meter). Di awal rancangan warnetpun inilah yang menjadi pertimbangan utama berbisnis warnet. Selama SMP ini tidak pindah dari tempatnya, maka warnet saya akan selalu "aman". Setiap tahun akan selalu ada pelanggan baru (anak kelas 1) dan berganti terus.

Warnet saya menggunakan AC 1,5pk dan 3 buah kipas angin. Ketika bel pulang sekolah berbunyi sekitar pukul 13:00 WIB, maka mulailah warnet saya diserbu oleh mereka. Dengan jumlah komputer hanya 12 tentu sangat kurang. Semua komputer langsung penuh, tinggallah para penonton yang berdiri sesak.

Sekarang perhatikan screenshot yang tak lampirkan. Ada 2 komputer kosong, dan penonton tetap penuh sesak di lorong. Secara logika ini berarti dari setiap penonton tersebut sejak masuk juga memang tidak berencana untuk menyewa komputer. Biasanya kalo komputer full dan penonton banyak, saya cuek aja. Logika yang saya pake: oh.. maklum full.. ngantri dulu yah..

Tapi kalo lagi gak enak mood, biasanya lagi ada masalah, dan udara yang sudah menjadi terlalu panas, saya akan mencak-mencak ke penonton bilang: YANG GAK MAIN, DAN YANG GAK BERENCANA MAIN SILAHKAN KELUAR DULU! PANAS SEKALI!

Pelanggan gak mau datang lagi? tenang.. tahun depan akan selalu anak kelas satu yang baru =)