March 10, 2014

Kilas Balik Awal Membuka Warnet

Tiba-tiba saya teringat tahun 2010 sebelum saya membuka warnet. Abang saya pernah berkata: "Tapi aku kok gak yakin ya buka di lokasi itu? Orang-orangnya itu loh..". Juga tak jauh beda, ada pula teman saya yang mengatakan: "Udah banjir pesaing, beratlah..". Apakah benar pernyataan-pernyataan tersebut?

Pernyataan kedua orang diatas tidak salah. Adalah benar ternyata "orang-orang" di lokasi warnet saya ini kurang mendukung. Saya merasakan kurangnya apresiasi dari pelanggan-pelanggan yang berasal dari kampung ini. Kurangnya menjaga alat, sampai membuka pintu kaca yang asal dengan mendorong kaca bukannya menggunakan gagang pintu kaca. Soal pesaing udah "banjir" juga benar. Ini paling terasa yang mana saat ini saya sendiri pasang tarif Rp. 4000/jam dengan 2 pesaing yang sangat dekat memasang tarif di Rp. 2.500 dan Rp. 3.000.

Tapi saya selalu ingat pepatah, entah pepatah siapa, Mario Teguh kah? atau pepatah lama.. Jangan terlalu lama berpikir! Langsung dicoba! Dan setelah 3 tahun lamanya saya mencoba membuka Warnet ini, saya akhirnya sadari bahwa membuka Warnet di "lokasi" ini dan "jaman" ini terlalu berat. Persaingan tarif sudah tak sehat lagi sementara pemilik usaha berjuang mati-matian menjaga kualitas layanan. Waktu saya tinggan 1,5 bulan lagi untuk memutuskan apakah Warnet ini masih akan saya lanjutkan ataukah saya akan alih usaha dan belajar dari 0 untuk bidang yang mungkin baru bagi saya =)

4 comments:

  1. mau pindah usaha apa gan kira-kira? kali aja jadi ide buat saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agan ini buka usaha warnet juga? Atau masih menimang-nimang akan terjun ke bisnis Warnet?
      Saya sendiri masih bingung nih, gan. Akan alih usaha kemana. Belum dapat ide usaha yang lebih bisa "hidup" ketimbang usaha Warnet ini =)

      Delete
  2. warnet juga gan.. sama gan persaingan udah ga sehat... ikut main 2rb perjam cape hati, main di 3rb perjam pada lari.. satu warnet tetangga saya almarhum kemaren =))

    ReplyDelete