Penghasilan Warnet Mei 2014
Akhirnya bulan lalu, Mei 2014, segala keyakinan yang saya miliki runtuh. Betapa tidak setelah perhitungan akhir bulan, ternyata Warnet saya "meraup keuntungan" luar biasa: Rp. 89.282,-. Ya, hasil yang belum juga minus =)
Total penghasilan sewa komputer hanya Rp. 2.114.000,-. Ini adalah titik terendah penghasilan sewa komputer selama 3 tahun lebih saya menekuni usaha Warnet. Rasa percaya diri saya juga berada pada titik terendah, miris melihat penghasilan Warnet yang saya rasa dirawat dengan cukup baik.
Saatnya Balik Badan
Melihat pelanggan-pelanggan lama mondar-mandir di depan Warnet langsung menggambarkan: "..ooh.. mereka main di warnet sana.." "..ooh.. mereka baru selesai main di warnet sana..". Dan kali ini rasanya sudah tak tertahankan lagi. Setelah obok-obok arsip promo dan melihat penghasilan di masa-masa jaya dulu, akhirnya saya tetapkan sebuah tarif lama yang akan mulai saya berlakukan bulan depan.
Kenapa Bisa Demikian?
Sudah jelas karena tidak adanya kebersamaan tarif yang jelas antar warnet-warnet yang sudah sangat menjamur ini. Bisa jadi untuk kasus Warnet saya ini, pelanggan lebih memilih harga murah ketimbang ke Warnet yang jelas lebih berkualitas tapi harga lebih mahal Rp. 1000. Entah apa yang terjadi dengan Warnet-warnet lain ini, tapi saya sangat merasakan beratnya beban kebutuhan hidup sehingga sempat memutuskan menaikkan harga ke Rp. 4000/jam. Sering saya berpikir: "Apa mereka gak ngitung ya?" .
Kehabisan Modal
Dana pegangan pun semakin cekak. Canopy teras Warnet sudah rapuh dan bolong-bolong. Tagihan Warnet menunggu. Oh, mirisnya usaha Warnet saat ini semiris usaha Wartel dulu kala, mungkin. Bahkan saya sudah menjual 4 unit komputer bulan lalu untuk mengembangkan Hotspot yang untungnya sudah berjalan dan sudah mulai ada pembeli voucher.
Kenaikan Listrik Lagi
Tak lupa bulan depan tarif listrik akan mengalami kenaikan lagi seperti yang sudah muncul di berita-berita. Saatnya mencuri listrik? Bisa jadi..
Maaf, Ini Postingan Galau
Terima kasih teman-teman yang udah meyakinkan saya saat menaikkan tarif jadi Rp. 4000/jam. Ternyata saya harus balik badan, teman. Juga terima kasih teman-teman yang menertawakan saya karena mencoba melawan arus pasar. Ternyata saya akhirnya memang harus balik badan (mudah-mudahan ada teman-teman lain yang lebih berhasil). Tapi memang inilah inti dari blog Log Warnet ini. Agar saya dan teman-teman bisa saling bertukar pikiran. Mencari jawaban akan pertanyaan paling besar kita para pengusaha Warnet saat ini: Masih menguntungkankah bisnis warnet? Saya sedikit geli karena akhirnya saya harus kembali lagi ke tarif lama 2010 di Rp. 3000/jam. Bahkan tarif "jadul" warnet tak segitu murahnya (baca: awal kemunculan warnet itu ada di range Rp. 5000-6000 di kota saya. Mungkin sekitar tahun 1998 jamannya MIRC).
Sekian dulu laporan langsung dari TKP. Salam 20 jari untuk kita semua (bukan kampanye ya)