Tampilkan postingan dengan label harga jual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga jual. Tampilkan semua postingan

18 Juni 2014

Harga Masih Jadi Prioritas Pelanggan Warnet

Baru aja publish postingan, eh, dapat kata-kata bijak: HARGA MASIH JADI PRIORITAS PELANGGAN WARNET. Ini akan coba saya terapkan untuk ke depannya. Mungkin juga seperti pembuat kue yang lebih memilih untuk mengurangi ukuran kuenya ketimbang harus menaikkan harga jualnya.

Tapi bagian apa yang bisa kita kurangi di Warnet untuk menyesuaikan harga jual kita? Lagi-lagi sebuah pertanyaan besar bagi para pebisnis warnet. Pilihannya antara lain:

  1. Hentikan penggunaan ACIni satu target saya juga. Hanya saja harus mengeluarkan dana lebih untuk membuat ventilasi ruangan yang sejak awal memang ditiadakan karena menargetkan pelanggan No-Smoking. Selain juga sebenarnya bisa membantu menjaga suhu perangkat-perangkat komputer kita.
  2. Perangkat pendukung yang "biasa-biasa" aja?Kalau yang satu ini mungkin lebih tepat untuk yang masih berniat membuka warnet (plis, ga usah buka warnet lagi). Atau mungkin untuk yang berniat menambah unit. Spesifikasi komputer tak perlu setingkat dewa. Ngelag itu tak apa yang penting tarifnya Rp. 1000/jam *ngakakgulingguling*. Tapi memang kira-kira seperti itu kenyataannya.
  3. Ambil ISP yang lebih murahJuga pilihan bandwidth yang murah-murah saja. Konon katanya untuk 10 komputer itu sudah cukup koneksi 1Mbps yang oleh Telkom Speedy dijual Rp. 485.000 tidak termasuk PPN (kota saya). Untuk kasus saya saat ini koneksi 3Mbps sudah saya bagi dua. Untuk sementara Hotpsot saya alokasikan 1Mbps. Karena menarik mendengar bisikan-bisikan pelanggan: "wuih.. kencangnya disini.. kalau di warnet xxx sana ini ngepatch bisa 5 menit lebih!" Tapi tetap saja lebih milih main disana yang lebih murah Rp. 1000.
  4. Pelit bandwidth?
    Perlukah kita berikan koneksi up-to 1Mbps per komputer? Ataukah cukup 128kbps saja? Mengingat paket bandwidth yang terpasang pun sudah sangat kecil?
Ada teman-teman yang bisa nambahin? Mungkin tidak perlu pakai headset? Atau tidak perlu pakai monitor?

14 Desember 2013

Harga Jual Sosro dan Tebs

Baru mesan minuman ringan sama langganan. Dapat kabar kalo harga Sosro dan Tebs per kratnya udah naik Rp.7500 per krat. Tapi untuk kali ini masih dikasih harga lama:
- Sosro Rp. 38.000 per krat
- Tebs Rp. 42.500 per krat

Saya sudah putuskan untuk stop penjualan Cocacola - Fanta - Sprite karena harga jualnya terlalu mahal. Di Rp . 4.000 jarang ada yang beli mengingat lokasi ini masi terbilang menengah ke bawah. Pun demikian untuk Sosro ini saya sudah harus menaikkan harga jual paling sedikit Rp. 500.

Setelah punya Wanf wattmeter ternyata sangat memudahkan hitungan modal minuman ini. Yang cukup berat adalah biaya listrik untuk kulkas yang jika saya bagikan dengan rata-rata penjualan minuman yang hanya sekitar 83 botol per bulannya ternyata untuk mendinginkan minuman per botol menghabiskan biaya Rp 621.

Akhirnya setelah melewati kalkulasi yang cukup lama, saya pasang pengumuman harga baru di kulkas showcase:
- Rp 3.500,- untuk keduanya. Saya akan perhatikan perkembangannya dulu selama 3 bulan ke depan. Kalau ternyata harga Rp. 3.500 inipun masih terlalu berat untuk warga sekita ini, dengan sangat menyesal saya akan ambil keputusan untuk tidak lagi menjual minuman ringan. Berat di modal, untung pas-pasan. (Cuma pas bayar biaya listrik kulkas)