Tampilkan postingan dengan label minuman ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minuman ringan. Tampilkan semua postingan

10 Februari 2014

Haruskah Jualan Snack dan Minuman Ini Diteruskan?

Jualan Slai O'lai, sehari yang laku cuma 2 bungkus, yang hilang ada 5 bungkus. Ini jualan apa mau ketawa-ketawa bu? 

Ditambah sepinya warnet belakangan ini gara-gara kenaikan tarif yang saya berlakukan, jualan snack dan minuman ini membuat saya berang. "Kehilangan" yang ternyata penyebabnya adalah dari keluarga sendiri ini tak bisa saya terima lagi. Dan sekarang saya hanya punya 2 opsi: stop menjual atau mengatakan langsung pada "pelaku".

Masalah klasik: keluarga. Dan sebenarnya bukan keluarga inti. Warnet saya menumpang di rumah keluarga yang kebutuhan bulanannya disuplai setiap bulan oleh orangtua saya. Sampai saat ini, selama 3 tahun memang saya tidak dipusingkan dengan pembayaran sewa tempat. Bahkan di awalpun modal cukup besar dikeluarkan untuk membangun ruangan 6x5 meter ini. Perlukah saya membayar sewa tempat?

Sejak dulu saya selalu saja dipusingkan penjualan snack dan minuman ringan ini. Pernah dulu menjual minuman gelas yang harga Rp. 500. Lakunya minta ampun, kotak baru minimal sebanyak 2 karton terbuka untuk mengisi ke dalam kulkas. Tapi di laporan keungan saya menemukan keganjilan yang akhirnya membuat saya menghentikan penjualan seluruh makanan dan minuman ringan yang berharga Rp. 500. Buat apa laku keras tapi tak menguntungkan? Bahkan tadinya saya sempat berpikir: sudahlah tak apa, tetap saja harus ada makanan & minuman ringan sebagai salah satu fasilitas warnet. 

Bagaimana menurut anda? Jika berada di posisi saya, apa yang akan anda lakukan?

31 Januari 2014

Menetapkan Harga Jual Minuman Terbaru

Tepat hari ini saya memesan minuman ringan CocaCola, Fanta, Sprite, Teh Botol Sosro, dan TEBS. Dan sudah menghitung ulang berapa harga modalnya. Yang sering dilupakan (termasuk saya) adalah biaya listrik kulkas yang tak main-main lagi tarif resmi dari PLN nya. Dan setelah cek ulang, perbandingan dengan harga di tempat lain, restoran, warnet lainnya, akhirnya saya tuliskan satu harga baru untuk seluruh minuman botol:
Rp. 5.000-
Ada yang bisa kasih perbandingan? Kalau di warnet-warnet agan-agan sekalian pasang harga berapa ya?

14 Desember 2013

Harga Jual Sosro dan Tebs

Baru mesan minuman ringan sama langganan. Dapat kabar kalo harga Sosro dan Tebs per kratnya udah naik Rp.7500 per krat. Tapi untuk kali ini masih dikasih harga lama:
- Sosro Rp. 38.000 per krat
- Tebs Rp. 42.500 per krat

Saya sudah putuskan untuk stop penjualan Cocacola - Fanta - Sprite karena harga jualnya terlalu mahal. Di Rp . 4.000 jarang ada yang beli mengingat lokasi ini masi terbilang menengah ke bawah. Pun demikian untuk Sosro ini saya sudah harus menaikkan harga jual paling sedikit Rp. 500.

Setelah punya Wanf wattmeter ternyata sangat memudahkan hitungan modal minuman ini. Yang cukup berat adalah biaya listrik untuk kulkas yang jika saya bagikan dengan rata-rata penjualan minuman yang hanya sekitar 83 botol per bulannya ternyata untuk mendinginkan minuman per botol menghabiskan biaya Rp 621.

Akhirnya setelah melewati kalkulasi yang cukup lama, saya pasang pengumuman harga baru di kulkas showcase:
- Rp 3.500,- untuk keduanya. Saya akan perhatikan perkembangannya dulu selama 3 bulan ke depan. Kalau ternyata harga Rp. 3.500 inipun masih terlalu berat untuk warga sekita ini, dengan sangat menyesal saya akan ambil keputusan untuk tidak lagi menjual minuman ringan. Berat di modal, untung pas-pasan. (Cuma pas bayar biaya listrik kulkas)

6 Desember 2013

Kesulitan Menjual Minuman Ringan

Habis kalkulasi nih.. Tiba-tiba teringat biaya listrik yang semakin tinggi vs .... Kulkas showcase.

Lokasi warnet saya bukanlah daerah mentereng, bisa dibilang perkampungan. Dari dulu pun saya selalu berpikir bahwa jualan minuman itu lebih ke layanan aja. Kayak ga ada untungnya.

Setelah saya lakukan hitungan dengan cermat barusan, dibanding dengan kalkulasi biaya listrik kulkas dalam sebulan, tahukah anda berapa keuntungan penjualan minuman yang warnet saya dapatkan? Rp. 10.000.

Adapun Cocacola, fanta, sprite mencantumkan harga di tutup botolnya sendiri: Rp. 3.000,-. Dulu pernah tak bikin harga Rp. 4.000,- samasekali ga ada pembelinya. Menurut hemat saya, hasil yang "hanya" 10 ribu ini sangatlah terlalu mengingat modal pembeliannya yang cukup besar. Walaupun hitungan di atas kertas masih menghasilkan angka positif, dibanding dengan tenaga dan pengawasan, saya sedang pertimbangkan untuk menghentikan saja penjualan minuman ini. Semakin bulat saja perkiraan saya: ini lebih mirip fasilitas ketimbang mencari keuntungan.

Cocacola oh cocacola.. mengapa engkau tuliskan harga Rp. 3.000 di tutup botolmu? Atau ada rekan pembaca yang punya ide?