17 Maret 2015

Lucu-lucuan di Plasa Telkom

Tadi pagi saya main ke Plasa Telkom lagi, setelah bulan lalu tepatnya tanggal 23 Pebruari 2015 berkunjung untuk menurunkan paket Speedy Warnet saya yang udah setengah-idup. Kali ini tujuan kunjungan saya adalah untuk mempertanyakan jumlah tagihan yang masih tetap sama seperti bulan sebelumnya. Samanya telak berikut ratusannya tidak berubah samasekali.

Ternyata sang CS berkilah bahwa untuk tagihan bulan ini masih menggunakan tarif yang lama karena permintaan migrasi saya itu terjadi di tanggal 23. Dan berhubung bulan Pebruari 2015 itu cuma 28 hari, jadi sekalian digenapkan perubahan jadi di bulan Maret 2015. Sungguh terpuji bukan? Tapi ya sudah hal itu saya "maklumi" mengingat pelayanan Telkom yang sungguh "mengagumkan" sudah terbentuk sejak dulu kala.

Lalu saya juga meminta untuk menghentikan layanan UseeTV di nomer Speedy saya yang satunya. Disinilah emosi saya tidak bisa terbendung lagi. UseeTV a.k.a Indihome yang tiba-tiba terpasang di rumah saya samasekali bukan berdasarkan persetujuan saya. Adalah abang saya yang saat itu menjawab via telepon dan tanpa tahu-menahu langsung meng"iya"kan tawaran si penelepon. Inilah satu hal yang tidak bisa saya terima. Dan setelah saya tanyakan kenapa bisa terjadi seperti itu? Seharusnya semua urusan per-Telkoman, Speedy-speedy-an ini semua melalui saya, karena nama sayalah yang terdaftar. Tapi kembali, sang CS berkilah: Ini nomer sekian-sekian, terdaftar atas nama (abang saya). Lah? Kenapa bisa demikian? Dan akhirnya saya katakan:
"Tolong ya kak, mulai sekarang tidak perlu nawarin paket apa-apa ke nomer rumah saya. Bisa saja ibu saya yang menjawab dan karena tidak mengerti langsung meng-iya-kan, apa akan begitu kejadiannya?. Dan tolong itu nomer lain selain nomer saya yang terdaftar dihapus dari database kalian. Kalau ada urusan hubungi saya, jangan hubungi tetangga saya!"
Lain kali saya ceritain soal UseeTV indiHome buat teman-teman yang penasaran. Tapi kalau untuk sekarang saya sarankan TIDAK USAH DIPASANG dulu. Gambar di tv LCD sangat parah, buram. Konon tidak mengganggu koneksi katanya, bisa saya buktikan mengganggu koneksi. Sejak pasang UseeTV juga DC-nya semakin parah, telepon mati, dan masalah lainnya.

Akhirnya saya pulang dari Plasa Telkom dengan rambut berapi-api (kayak Dragon Ball). Untuk UseeTV-nya sendiri bisa diputus saat itu juga dengan pembayaran sejumlah uang yang lagi-lagi tidak bisa saya terima. Dibayar, putus. Jadi solusinya dibayarkan akhir bulan saja sehingga sampai tanggal 31 masih bisa dinikmati UseeTV-nya. Sebagai penutup kepada mbak CS Plasa Telkom saya katakan:
"Tolonglah, pelayanannya diperbaiki. Saya sendiri udah lama langganan Speedy, tahu betapa sulit dan lamanya solusi dari kalian saat koneksi bermasalah. Bahkan sekarang saya sudah lebih pasrah milih gak komplain karena toh sama saja gak dikerjain juga. Pelayanan kalian memalukan!", sambil berjalan keluar pake gaya Terminator 2
Demikian kisah lucu dari Plasa Telkom. Tidak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Telkom dan kroni-kroninya. Dan sepertinya, yang kerjanya benar di Telkom itu cuma.. satpamnya..

16 Maret 2015

Penutupan Dua Game Online yang Masih Seumur Jagung

Iseng-iseng baca berita game, ternyata ada dua game online server Indonesia yang (akan) ditutup. Kalau tidak salah ingat sih kedua game ini masih seumur jagung. Mungkin baru setahun sejak dirilis. Kedua game tersebut adalah:
  1. Chagu Chagu Online IndonesiaPublisher: Netmarble
    Website: chagu.netmarble.co.id
    Link berita penutupan: http://berita.netmarble.co.id/MainContent.aspx?bid=82&seq=2827
  2. Crazy Shooter Online IndonesiaPublisher: Gemscool
    Website: crazy.gemscool.com
    Link berita penutupan: http://www.gemscool.com/berita/read/2015/03/16/11922/news.html
Kedua game ini kebetulan juga memang sudah tidak tersedia lagi di Warnet saya. Karena biasanya saya coba install-in game-game baru dengan masa percobaan kurang lebih 3 bulan saja. Kalau tidak ada peminat, atau yang mainin hanya 1-2 orang dalam seminggu langsung saya hapus. Karena sudah lebih repot me-maintain-nya (urusan nge-patch, file game rusak, dll). Di warnet saya sendiri yang masih tetap "rame" itu: Fifa Online 3, Lost Saga, Point Blank. Transaksi cash nya kurang kali yak, makanya lebih baik disudahi.

9 Maret 2015

Sebuah Pertanda dari Langit (kah?)

Topik ini sedikit lari dari rel, Out of Topic, tapi masih menyentuh dikitlah. Yang baca makasih, yang tidak baca juga makasih.
Beberapa minggu yang lalu bini saya bermimpi. Dalam mimpi itu dia didatangin seorang kakek yang sudah keriput dan beruban. Tapi gantengnya masih kelihatan, katanya. Yang paling dia ingat itu, sang kakek dalam mimpi tersebut berkata: "Udah gak cocok lagi usahamu itu.." Wow. Entah karena kepikiran terus sama usaha Warnet ini, atau memang ini adalah sebuah pertanda. Saat saya coba bongkar-bongkar foto koleksi keluarga dengan maksud mencari foto kakek saya, ternyata bini saya takjub! "Ini dia yang datang dalam mimpi saya" katanya. Padahal belum pernah lihat sekalipun fotonya.

Akhirnya semalam kami mengunjungi rumah peristirahatan kakek saya. Bersih-bersih, dan meminta doa agar dimuluskan jalan kami, pada yang Maha Kuasa tentunya. Tak lupa juga saya sempatkan permisi kepada kakek, karena selama ini Warnet saya memang "menumpang" di depan rumah kediaman beliau dulunya. Mungkin beliau memang mau menyampaikan sudah saatnya untuk ganti haluan. Terima kasih kakek =)

Selesai berjiarah, kami pun pulang di tengah hujan deras. Menjelang malam hari, matahari masih terlihat sedikit, tiba-tiba saya melihat pemandangan yang sangat menakjubkan buat saya. Pelangi kembar yang sangat jelas terlihat. Saya juga coba dokumentasikan sedikit buat oleh-oleh. Keren mak oy. Tapi cuma sebentar kok videonya, biar gak makan quota.
Demikian sedikit curhat saya yang masih berhubungan dengan Warnet. Kalau saya artikan sih, selain memang sebelumnya juga sudah berniat gulung tikar, kejadian-kejadian diatas semakin mempertegas saja. Tapi, belum ada penawar yang datang nih.

6 Maret 2015

Keyboard Paling Bandel, Tahan Lama, Untuk Warnet

Logitech Classic Keyboard K120

Yo! Lagi rajin ngepost, kali ini saya mau ceritain keyboard Warnet. Antarmuka utama pengguna komputer yang cukup penting. Kalau tidak ada keyboard, gimana mau main ya kan?

Logitech Classic Keyboard K120

Harga: Rp. 108.000,-

Keyboard ini sangat-sangat-amat-sangat bandel, tahan lama. 4 tahun yang lalu saat membuka Warnet, keyboard inilah yang menjadi pilihan saya. Kebetulan ada versi bundel dengan mouse Logitech M100 (atau B100 saya lupa, tapi bentuknya sama) dengan harga beli saat itu Rp. 172.000,-. Yang pasti saat ini di salah satu toko komputer online harganya Rp. 108.000,- (hanya keyboard). Berhubung yang kita bahas keyboard, harga yang bundel cari sendiri aja dulu ye.

Seiring bertambah tuanya Warnet saya, percaya atau tidak, dari 10 unit pembelian awal saya 4 tahun yang lalu itu, hanya ada 1 keyboard ini yang rusak. Itupun saya temukan adanya bekas tumpahan minuman. Biasa, pelanggan yang baik selalu ingin merusak alat, hal yang lumrah. Untuk ketahanan huruf-huruf di tombol, silahkan lihat sendiri di fotoan atas. Seperti keyboard game pada umumnya, yang akan pudar duluan huruf W,A,S,D. Yang paling parah huruf D sih. Mungkin karena kepanjangannya: DOR! DOR! DOR! Pemain Lost Saga pasti nekan tombol D sambil ngeluarin taring, wajarlah hurufnya sudah pudar.

Selebihnya sampai sekarang ok-ok saja. Tidak pernah ada masalah dengan tombol macet. Satu kekurangannya ya sebenarnya keyboard ini kurang cocok untuk keperluan gaming. Tidak ada fitur anti-ghosting. Sebenarnya apa sih Anti-Ghosting? Gampangnya Ghosting itu ketidakmampuan komputer memproses input lebih dari satu tombol. Misalkan kita main game: lagi jalan, pengen lari, sambil loncat, sambil lempar bom! (tau dah di game apaan ni). Dengan banyaknya input: W+Shift+Spasi+E ternyata bom tidak terlempar seperti yang seharusnya. Saya sendiri sering main Lost Saga dan sering terjatuh akibat berjalan menyamping (panah kiri + panah bawah), lalu ingin loncat saja (A) ternyata keterusan jadi jatuh ke jurang. Inilah kekurangan utama keyboard ini.

Genius KB-110

Harga: Rp. 89.000,-

Genius KB-110
Kalau teman-teman menyimak cerita saya diatas, maka keyboard inilah yang jadi pengganti Logitech K120 yang rusak. Jadi saya cuma punya satu unit Genius KB-110 di Warnet saya.

Keyboard ini terlalu lembek. Tombolnya tidak enak ditekan. Tapi daya tahannya cukup mumpuni (sekitar 2 tahun penggunaan) dan hurufnya pun masih cukup jelas terlihat. Kekurangan lainnya belum juga disertai fitur Anti-Ghosting. Komputer yang terpasang keyboard ini cukup dihindari di Warnet saya.

i-Rocks KR-6220GW

Harga: Rp. 107.000,-

i-Rocks KR-6220GW
Nah ini dia yang paling ingin saya bicarakan. Saat penambahan beberapa unit komputer terakhir, saya sangat tertarik mencoba keyboard yang satu ini. Dengan jargon: paling laris di Korea. Wow! Korea, tempatnya Warnet dengan desain gila-gilaan itu!

i-Rocks KR-6220GW dilengkapi dengan fitur Anti-Ghosting, interface PS/2. Ada juga yang versi USB dengan harga lebih mahal Rp. 18.000,-. Dan ternyata keyboard ini sangat memuaskan. Komputer yang terpasang keyboard i-rocks inilah yang menjadi rebutan di Warnet saya. Terutama gamer yang main FIFA Online 3 dan Lost Saga. Saya sendiri sudah mencobanya dan memang fitur Anti-Ghosting bekerja dengan baik. Tanpa software tambahan, tinggal colok, pakai. Keyboard ini sangat saya rekomendasikan bagi teman-teman yang ingin membuka Warnet genre game.

Untuk daya tahan berhubung karena belum ada 2 tahunan, mungkin saya belum bisa memastikan apakah bisa menyaingi Logitech K120. Tapi sejauh ini kondisi keyboard ini masih baik-baik saja. Tidak ada masalah. Huruf masih terlihat dengan jelas walaupun banyak penggunanya.

Kalau boleh saya urutkan rekomendasi dari ketiga itu:
  1. i-rocks KR-6220GW (sangat direkomendasikan)
  2. Logitech Classic K120 (boleh jajal)
  3. Genius KB-110 (sebaiknya jangan yang ini)

5 Maret 2015

Client Warnet: Pakai Headset atau Pakai Speaker? Atau Gak Usah Sediakan Sekalian?

Headset Bose
Yo! Apa kabarmu di negeri sana?

Kali ini saya mau cerita tentang salah satu problema kecil yang bisa menjadi besar dalam mengurus Warnet: HEADSET. Apakah Warnet yang akan anda buka sebaiknya pakai Headset aja biar gak berisik? Atau pakai Speaker aja biar gak repot sama kerusakan? Atau daripada pusing gak suruh pelanggan bawa Speaker sendiri?

Warnet Pakai Headset

Busa Headset dicopotin

Ini dia area saya. Selama 4 tahun Warnet saya beroperasi, sejak awal sudah menggunakan Headset sebagai keluaran suara. Jadi saya cukup bisa meraba-raba kamu, eh, kelebihan dan kekurangan sebuah Warnet yang menyediakan Headset.

Bantalan Headset terkelupas

Adapun kelebihannya antara lain:
  1. Tidak berisikDengan catatan pelanggan yang main memang orangnya tenang. Jangan salah, dengan volume 100%, kita pengguna headset tidak sadar dengan volume suara kita saat berbicara. Cenderung berteriak karena yang kita dengar itu suara tembak-tembakan. Alhasil? Tetap aja berisik saat yang main saling kenal, saling ngobrol, dan saling-saling lainnya.
  2. Lebih privasiBiarkan pelanggan mendengar apa, itu hak mereka. Termasuk ah-oh-ah-oh, yes-no-yes-no, dan who's your daddy. 
  3. Lebih akuratSuara-suara akan lebih terdengar oleh pengguna headset. Misal saat menonton Youtube, perkataan demi perkataan tentu akan lebih bisa disimak. Saat menonton musik, suara distorsi gitar akan lebih terasa sangar. Saat bermain game, suara melangkah akan lebih jelas terdengar.
  4. Lebih kerenSaat selfie dengan headset, pelanggan akan terlihat lebih tampan/cantik
Mic Headset dipatahin

Sedangkan kekurangannya antara lain:
  1. Rawan kerusakanSaat Warnet saya rame dulu, minimal saya mengganti headset 1 buah dalam satu bulan. Bahkan pernah sampai 3 buah headset yang sudah tidak berfungsi lagi dalam 1 bulan. 1 headset kita terjemahkan sebagai Rp. 50.000,- dan itu bukan jumlah yang kecil untuk ukuran Warnet saya. Intinya sih yang nomer satu ini. Rusak, rusak, dan rusak, yang biasanya disebabkan oleh nomer-nomer berikutnya ini.
  2. Rawan kerusuhanKerusuhan ini biasanya terjadi jika pelanggan anak dibawah umur yang datang bergerombol. Yang main satu, yang nonton lima. Teman-teman penontonnya biasanya akan berebut ingin mendengar suara apa yang sedang didengarkan temannya. Tarik menarik pun terjadi. Tak jarang jatuh dan akhirnya rusak.
  3. Rawan kelelahanBersiaplah untuk lebih lelah karena pelanggan akan memanggil anda saat:
    - "Bang, suaranya kok gak ada?"
    - "Bang, suaranya pelan ini"
    - "Bang, headsetnya mati sebelah"
    Yang tak jarang juga terjadi karena suara di taskbar terlihat icon "mute". Selain itu juga pelanggan yang (maaf) belum sadar akan indahnya kerapian, walaupun sudah dibuat pengumuman untuk kembali meletakkan headset pada tempatnya, biasanya merapikan ini akan selalu menjadi tugas tambahan Operator. Bahkan kadang headset terletak pada tombol yang "pas" di keyboard sehingga menyebabkan komputer masuk ke BIOS saat boot dan pelanggan baru bilang: "Gak bisa ya kom ini?"
  4. Rawan-rawan lainnyaKadang kerusakan memang tidak sampai menyebabkan headset mati. Tapi kerusakan kecil seperti:
    - Busa headset dicopotin
    - Mic dicopotin
    - Patah
    - dll.
    Cukup membuat hati gembira & suka. Tinggal nyari pantai, main layang-layang, dan nyanyi-nyanyi aja.

Warnet Pakai Speaker

Speaker USB Advance 50-ribuan

Akibat seringnya ngurusin headset rusak, pernah juga saya coba pasangin Speaker di beberapa komputer client yang rawan. Yang biasanya letaknya di sudut-sudut. Tak terjangkau secara langsung oleh pandangan mata Operator. Walaupun tak terlalu lama juga, tapi berikut saya coba berikan kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan:
  1. Lebih hematTinggal beli, pasang, tempatkan di lokasi yang aman. Rasanya speaker mini ber-power-kan USB akan bertahan sangat lama. Tidak ada tambahan biaya pergantian bagi pemilik Warnet.
  2. Lebih rapiTak perlu dirapikan, tetap pada tempatnya. Tentu lebih rapi dibandingkan Headset berserak di atas keyboard
  3. Lebih berwarnaSuasana Warnet akan lebih hidup dengan keluaran suara dari komputer masing-masing. Ada yang dengar musik, ada yang main game, tak lupa ada yang nonton bokep. Suasana begini tentu akan mencerminkan suasana pesta yang tentunya sangat menarik
Kekurangan:
  1. Rawan penontonPenonton komputer tertentu akan bertambah seiring tontonan yang disajikan semakin menarik. Misalkan pelanggan sedang menonton filem terbaru Transformer 10, dengan adanya suara tentu akan lebih menarik penonton (yang gak main) untuk ikutan menikmati filem.. selama.. 2 jam.. Oh my god.
  2. Rawan kebisinganOperator yang bertugas harus memiliki kesabaran lebih banyak dari manusia biasa. Tak semua orang sanggup mendengar suara hiruk-pikuk dalam waktu yang lama (kita anggap aja 8 jam kerja dan komputer full terus). Mungkin yang ini bisa diatasin dengan tersedianya headset juga di komputer Billing. Biar kalo ada client manggil-manggil mau minta tambahan waktu gak bisa dengar ya kan.
  3. Rawan pengguna asalVolume di taskbar dibikin full, tak puas volume di speaker juga dibikin full. Youtube dipasang, terus main Point Blank. Sambil dengar dangdut, sambil tembak-tembakan. Oh my god.

Warnet Gak Pakai Apa-apa

Nah ini yang paling enak. Tak perlu modal, tak ada biaya maintenance. Enak nih.
Kelebihan:
  1. Tak perlu modalTak perlu modal tambahan. Hemat Rp. 50.000 per komputer di awal buka. Asik.
  2. Tak perlu biaya maintenanceTak perlu ada yang rusak. Tak perlu ada yang diganti. Penghematan semakin besar. Asik
  3. Sangat rapiTak ada kabel Speaker/Headset yang kusut diputar-putar. Tak perlu merapikan headset selesai pelanggan bermain. Asik banget.
  4. HeningTak ada lagi kebisingan suara dari komputer. Yang ada hanya kebisingan dari mulut pelanggan. Enak nih bisa tiduran.
Kekurangan:
  1. Dihindari pelanggan mesumPelanggan mesum kurang menyukai hanya melihat video saja. Konon katanya akan lebih berasa kalau terdengar suara mendesah, menjerit, dan menangis ala Jepang.
  2. Dihindari pelanggan musisiPelanggan penggemar musik dan Youtube tentu akan kecewa karena tidak bisa mendengar suara apa-apa saat dia memutar video kesukaannya. "Lebih baik tidak main disini lagi", katanya.
  3. Dihindari pelanggan jenis lainnyaDan apapun ceritanya, kalau keluaran suara dari komputer tentu kurang menarik. Lain hal jika pelanggan yang menggunakan mungkin cuma ingin mengetik dan sejenisnya. Tetap saja tersedianya Headset/Speaker akan menjadi nilai plus bagi pelanggan. Namun nilai plus ini tidak akan berguna jika tarif Warnetnya "kemahalan". Saya jamin Warnetnya bisa rame kalau gak nyediakan headset tapi tarifnya Rp. 1000/jam. Yakinlah =)
Jadi sudah bisa mutusin? Warnet yang anda buka akan pakai Headset? Atau Speaker aja? Atau gak usah pakai apa-apa biar hemat? Tulisan ini tidak bertujuan untuk menggurui, hanya berbagi apa yang saya rasakan selama 4 tahun menjalani bisnis Warnet. Mudah-mudahan berguna bagi teman-teman. 

2 Maret 2015

Ini Dia Pendapatan Warnet (Ane) Pebruari 2015


Sementara ane coba ikutin format terakhir postingan jenis ini aja ya, agan-agan sekalian. Begini kira-kira penghasilan/pendapatan Warnet ane bulan Pebruari 2015 yang baru saja habis.

Sewa komputer: Rp. 2.173.000,-
Income total penjualan: Rp. 3.843.000,-
Pengeluaran: Rp. 2.915.897,-
Keuntungan bersih: Rp. 927.103,-

Sewa komputer tak pisahin sendiri biar keliatan kegiatan Warnet yang sebenarnya seperti apa. Jadi Income total penjualan itu termasuk: sewa komputer, jajanan, voucher, dan layanan lain yang bisa dijual. Intinya udah ane bold secara jantan.

Catatan lain:

  • Untuk bulan Pebruari hanya ada 28 hari. Berhubung hari Minggu saya tidak buka lagi, maka jumlah hari buka: 21 hari. Seingat saya ada 1 harian pemadaman listrik sampai tidak bisa buka samasekali. Dan 2 hari tutup berhubung saya pergi ke luar kota.
  • Tempat sendiri, tidak ada biaya sewa tempat
  • Jaga sendiri, tidak ada biaya gaji Operator

Dengan skema tarif:
Login bebas Rp. 3000/jam
Paket 3 Jam Rp. 8000
Paket 4 Jam Rp. 10.000
Sebagai catatan peralatan tempur terakhir ane:
10 unit PC client
1 unit PC billing
2 unit CPU-only sebagai proxy & file server
TV 32" + Decoder Telkomvision
AC Panasonic 1.5PK
Kipas angin 2 buah
Printer & Scanner
Dan peralatan kecil lainnya yang makan listrik (pembersih debu, dispenser, dan sejenisnya)
Demikian ane sajikan laporan keuangan Warnet ane untuk disantap bersama. Ane gak mau komen apa-apa. Silahkan dinilai sendiri layak atau tidak untuk tahun 2015?