10 Februari 2014

Haruskah Jualan Snack dan Minuman Ini Diteruskan?

Jualan Slai O'lai, sehari yang laku cuma 2 bungkus, yang hilang ada 5 bungkus. Ini jualan apa mau ketawa-ketawa bu? 

Ditambah sepinya warnet belakangan ini gara-gara kenaikan tarif yang saya berlakukan, jualan snack dan minuman ini membuat saya berang. "Kehilangan" yang ternyata penyebabnya adalah dari keluarga sendiri ini tak bisa saya terima lagi. Dan sekarang saya hanya punya 2 opsi: stop menjual atau mengatakan langsung pada "pelaku".

Masalah klasik: keluarga. Dan sebenarnya bukan keluarga inti. Warnet saya menumpang di rumah keluarga yang kebutuhan bulanannya disuplai setiap bulan oleh orangtua saya. Sampai saat ini, selama 3 tahun memang saya tidak dipusingkan dengan pembayaran sewa tempat. Bahkan di awalpun modal cukup besar dikeluarkan untuk membangun ruangan 6x5 meter ini. Perlukah saya membayar sewa tempat?

Sejak dulu saya selalu saja dipusingkan penjualan snack dan minuman ringan ini. Pernah dulu menjual minuman gelas yang harga Rp. 500. Lakunya minta ampun, kotak baru minimal sebanyak 2 karton terbuka untuk mengisi ke dalam kulkas. Tapi di laporan keungan saya menemukan keganjilan yang akhirnya membuat saya menghentikan penjualan seluruh makanan dan minuman ringan yang berharga Rp. 500. Buat apa laku keras tapi tak menguntungkan? Bahkan tadinya saya sempat berpikir: sudahlah tak apa, tetap saja harus ada makanan & minuman ringan sebagai salah satu fasilitas warnet. 

Bagaimana menurut anda? Jika berada di posisi saya, apa yang akan anda lakukan?

6 Februari 2014

Masalah Ukuran Kertas Yang Tak Seberapa

Ini termasuk kasus yang unik, setidaknya menurut saya. Setiap pelanggan meminta untuk ngeprint, dari komputer client maupun datang langsung ngeprint, tentu kita akan bertanya:
Di kertas apa?
Dan jawaban pada umumnya adalah
Di.... HVS.....
Saya menduga ini adalah LATAH yang terjadi di daerah saya. Saya rasa ini kebiasaan yang terjadi di tukang fotokopi di daerah saya. Berhubung karena saya pernah mendapatkan pelajaran tentang ini dari Bapak saya tentu saya sedikit tergelitik setiap mendengan permintaan di kertas HVS.

Dari apa yang Bapak saya pernah jelaskan, kertas HVS adalah semua kertas yang telah diekstrak unsur kayunya sehingga berwarna putih. Tau kertas ubi? Kertas yang berwarna cokelat itu bukanlah HVS. Kalau dari penjelasan Bapak saya ya kira-kira seperti itu. Jadi kertas Mirage A4 adalah HVS, kertas Sinar Dunia Folio adalah HVS, dan seluruh kertas merk ini itu, ukuran ini itu, yang berwarna putih bersih adalah kertas HVS. Yang jadi biang keladi adalah "ukurannya".

Yah.. salah saya juga mungkin ya. Mungkin pertanyaannya yang harus diubah:
Di kertas ukuran apa?
Tapi saya sejak dulu memang ingin mengedukasi pelanggan-pelanggan saya. Setiap permintaan kertas HVS biasanya akan saya jelaskan dulu kalo minta kertas jangan HVS. Belum lagi masalah ukuran kertas. Sering pelanggan masih mengetik di kertas ukuran Legal. Mungkin bawaan settingan di Microsoft Windows dan Office jadul yang masih settingan luar negeri. Tanpa edit, langsung ketik, di-save, jadilah format Legal yang sebenarnya sangat sulit ditemukan di pasaran. Kalau udah format Legal, akan saya minta untuk diedit kembali di ukuran Folio.

Sebagai saran juga untuk warnet-warnet lain, sebaiknya program office di komputer client langsung diset format kertas yang anda sediakan. Saya sendiri mengeset ukuran A4 sebagai default. Saya rasa kertas yang harusnya dipergunakan di seluruh dunia itu adalah ukuran A4. Itu saya aja.. gak tau deh yang lain.. =)

edit tambahan: 10 February 2014
Dan jangan lupa ini juga ada hubungannya dengan "kesehatan" printer. Bayangkan ini: anda punya sebuah file dokumen yang diset berukuran Legal (216 x 356 mm). Kertas yang tersedia hanya F4 (215 x 330 mm) dan A4 (210 x 297). Dan sehebat-hebatnya F4 pun masih kurang panjang 26 mm (hampir 3 cm). Jika dokumen penuh satu halaman full page, tanpa settingan skala, maka gambar/tulisan yang ada di paling bawah akan dianggap printer masih harus dicetak pada kertas. Sementara kertas F4 sudah keluar dan apa yang terjadi? Tinta pun berserakan ke atas roler kertas..... Mimpi buruk bagi printer..... Dan siap-siaplah hasil cetak berikutnya akan dihiasi oleh lumeran tinta lain yang samasekali tak ada di dokumen

5 Februari 2014

Day 4 Pemberlakuan Tarif Baru

Sadis.. 2 jam sejak buka hari ini samasekali belum ada user yang datang. Yang ada saya melihat user-user lama seliweran di depan warnet. Beberapa kali saya segera menuju meja Operator untuk bersiap menerima pelanggan, tapi ternyata mereka berjalan terus, gak belok ke warnet. Oh.. inikah rasanya tarif Rp. 4000/jam? Apakah warnet ini akan terus berjalan? Kita tunggu saja 1 bulan ke depan..

Baru setelah bel sekolah depan berbunyi, anak-anak SMP datang untuk bermain. Itupun hanya berhasil mengisi 10PC dari 14 (mulai sekarang akan saya sebut 10/14). Yang rata-rata hanya bermain 2000 (setengah jam). Apapun yang terjadi, saya akan coba untuk tetap bersabar. Mencoba mengisi kekosongan ini dengan perbaikan-perbaikan =)

SEMANGAT!!!

4 Februari 2014

Day 3: Semakin Menurun..

Hari ke-3 pemberlakuan tarif baru. Hasilnya turun cukup drastis. Yang paling kelihatan adalah pelanggan anak-anak yang biasa datang bergerombol, kemaren tak ada yang terlihat satupun. Tapi gakpapa, ikan kakapnya masih tetap datang.

Mungkin efek yang sebenar-benarnya baru akan terlihat sebulan ke depan yak. Butuh kesabaran tingkat tinggi nih =)

1 Februari 2014

Game Online Baru Yang (Mungkin) Bakalan Rame Untuk Warnet

Lagi nyari game online baru buat disediakan di Warnet anda? Cobain dah yang satu ini. Dulunya FIFA Online 2 yang dipublish oleh IAHGames cukup ramai peminatnya di warnet saya. Tapi akhirnya bulan Desember 2013 kemaren resmi ditutup. Tak lama kemudian ada kabar bahwa FIFA Online 3 akan segera dipublish oleh Garena Indonesia.

Sayangnya setelah berjanji-janji akan diluncurkan di awal tahun 2014, sampai saat ini (udah masuk bulan Pebruari loh!) masih belum tersedia link downloadnya. Coba aja simak skrinsut dari website Garena Indonesia (www.garena.co.id). Tapi untungnya kita di Indonesia masih bisa menikmati dan mencoba game online berkategori olahraga ini via server Singapura. Takut ngelag? Yah.. namanya juga nyoba.

Di warnet saya sudah coba install di 4 komputer saja. Daripada menghasilkan waktu troubleshoot yang makin panjang, mending dicoba di sedikit komputer saja dulu. Ternyata peminatnya langsung banyak. User pada minta untuk di-installkan di komputer lain. Walaupun sebenarnya masih sering terdengar: wah.. ngelag.. aduh lag sekali..

Mudah-mudahan bulan ini juga resmi dirilis server Indonesia. Biar warnet makin rame =)

Hari Pertama Pemberlakuan Tarif Warnet Rp. 4000/jam

1 Pebruari 2014, akhirnya hari yang dinanti telah tiba. Hari ini saya memberlakukan tarif baru di warnet saya dengan skema Rp. 4000/jam untuk 2 jam pertama dan Rp. 3000 untuk jam berikutnya. Mahal? Memang..

Sejak buka tadi saya sudah perhatikan ada beberapa yang tidak jadi bermain samasekali, ada yang kaget setengah mati padahal pengumuman sudah ditempel sejak seminggu yang lalu. Dan sore ini sudah sangat jelas terlihat efeknya: sepi.. Saat ini cuma ada 3 PC yang aktif dari 14 PC yang tersedia. Itupun 2 PC diantaranya akan segera habis waktu sewa komputernya. 

Tapi tidak apa-apa, ini semua memang sudah saya perhitungkan sebelumnya. Kalau tarif ini tidak berhasil, saya tidak akan menurunkanna lagi, ataupun membuat promo-promo sinting. Lebih baik saya sudahi saja usaha warnet ini. Lebih banyak capeknya daripada duitnya =)